Irigasi Jadi Kunci Optimalkan Program Cetak Sawah

Irigasi Jadi Kunci Optimalkan Program Cetak Sawah

Rakor evaluasi program cetak sawah rakyat 2025-Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Dalam mengoptimalkan program cetak sawah rakyat, keberadaan irigasi menjadi kunci penting agar areal persawahan tersebut memiliki sumber pengairan.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni usai memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 dan membahas percepatan penyelesaian masalah irigasi, Senin 2 Juni 2026.

"Kita selaku pemerintah daerah (Pemda), harus memastikan lahan yang telah dicetak menjadi areal persawahan, dapat dimanfaatkan masyarakat," ungkap Herwan.

Maka dari itu, lanjut Herwan, sawah yang sudah dicetak, tetapi air belum mengalir, harus segera dicarikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik, justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan.

"Saya minta OPD teknis, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan TNI bersama-sama mencari solusi agar pasokan air segera tersedia," kata Herwan.

Menurut Herwan, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun masih diperlukan kajian teknis lanjutan.

"Terutama untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu. Kita juga telah memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan," ujar Herwan.

Herwan menambahkan, dalam rapat tadi, pihaknya juga membahas rencana cetak sawah 2026. Bengkulu mendapat indikasi alokasi 5.000–6.000 hektar (Ha) dari Kementerian Pertanian (Kementan), dan masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten/kota.

"Kita pastikan berkomitmen agar program cetak sawah tidak hanya menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah," singkat Herwan.

Berdasarkan laporan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 ha. Sebanyak 1.542,57 Ha telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), dan 861,9 Ha memasuki tahap konstruksi.

Sebagian lokasi telah memasuki masa tanam dan panen dengan total sekitar 319,9 hektare di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Dalam rapat, juga menyoroti lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sekitar 572 Ha belum dimanfaatkan optimal karena pasokan air irigasi belum tersedia sesuai kebutuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: