Pemulihan Jalur Molek Diperkirakan 2 Bulan, Camat: Dikerjakan Manual Sistem Padat Karya
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Upaya pemulihan jalur transportasi molek di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara pasca longsor masih terus berlangsung hingga saat ini.
Proses pemulihan rel molek yang terputus akibat longsor tersebut diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan ke depan.
Pemulihan jalur dilakukan secara manual dengan sistem padat karya yang melibatkan tenaga masyarakat setempat.
Langkah itu terpaksa ditempuh lantaran kondisi medan longsor dinilai tidak memungkinkan untuk dijangkau menggunakan alat berat.
BACA JUGA:Pasca Longsor, Pemdes Lebong Tandai Bergerak Cepat Pulihkan Jalur Rel Molek
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM., M.Si menerangkan, saat ini proses pemindahan dan pemulihan rel molek ke titik yang lebih aman sedang terus diupayakan oleh desa bersama masyarakat.
“Untuk penanganan longsor di jalur molek Lebong Tandai saat ini masih berjalan.
Rel yang sempat terputus sedang dipindahkan ke titik yang lebih aman agar nantinya jalur transportasi masyarakat bisa kembali normal,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, sebelumnya sempat muncul rencana untuk mengerahkan alat berat guna mempercepat proses penanganan longsor.
Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kondisi medan dinilai terlalu sulit dan tidak memungkinkan alat berat masuk ke lokasi longsor.
BACA JUGA:Pulihkan Jalur Molek dan Bantu Warga Terdampak, Pemprov dan Pemkab Kucurkan Bantuan
Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat akhirnya memutuskan melakukan penanganan secara manual dengan mengandalkan tenaga masyarakat melalui pola padat karya.
“Memang sempat direncanakan menggunakan alat berat, tetapi melihat kondisi di lapangan alat berat tidak memungkinkan menjangkau titik longsor.
Sehingga penanganan akhirnya dilakukan secara manual bersama masyarakat,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: