Soal Jalan Rusak, Bupati Arie Tegaskan Pembangunan Butuh Proses dan Perencanaan
Arie Septia Adinata - Sumarno-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, dengan tegas menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya tidak bisa dilakukan secara instan.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri acara tablig musibah di Desa Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik, pada Senin (18/5/2026) malam.
Di tengah keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan rusak yang masih ditemui di sejumlah wilayah, Bupati Arie meminta seluruh pihak untuk memahami bahwa setiap program pembangunan membutuhkan proses dan tahapan yang sesuai regulasi.
"Saya bersama Wabup Sumarno berkomitmen untuk mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan, pendidikan, dan kesehatan," ujar Arie di hadapan warga yang hadir.
BACA JUGA:Jalan Tanjung Alai–Jabi Menunggu Putus, Pemdes Minta Penanganan Darurat
Ia juga menanggapi secara terbuka kritik yang menyebut bahwa kinerja pemerintah daerah terkesan lambat.
Hal itu dikarenakan, program pembangunan membutuhkan perencanaan yang matang dan tahapan dengan percepatan pembangunan berkelanjutan dan skala prioritas.
Artinya, lanjut Arie, prioritas utama pembangunan saat ini adalah membangun konektivitas antar desa dan kecamatan.
Kemudian, beberapa ruas jalan yang mana milik kewenangan provinsi.
Dengan begitu, pemerintah kabupaten hanya bisa mengusulkan dengan Gubernur Bengkulu.
BACA JUGA:Belum Lama Dibangun, Ruas Jalan Bukit Indah Mulai Ambles Diterjang Hujan
"Ada yang bilang, Bupati tidak bekerja. Saya sampaikan untuk bersabar, karena program Arie-Sumarno itu untuk 5 tahun ke depan, sementara kami baru satu tahun menjabat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: