Pastikan Sesuai Syariat, Kemenag Mukomuko Ingatkan Kompetensi Petugas Kurban

Pastikan Sesuai Syariat, Kemenag Mukomuko Ingatkan Kompetensi Petugas Kurban

Kantor Kemenag Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul adha 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh panitia dan petugas penyembelihan hewan kurban agar benar-benar memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.

Kepala Kantor Kemenag Mukomuko, H. Widodo, SHI, MAP, menegaskan bahwa pemahaman terhadap ketentuan agama menjadi hal mutlak yang tidak bisa diabaikan. Ia menyebut, kesalahan dalam proses penyembelihan bukan hanya berdampak pada keabsahan ibadah kurban, tetapi juga menyangkut nilai keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat.

“Petugas yang ditunjuk harus benar-benar paham syarat dan rukun penyembelihan hewan kurban sesuai ketentuan dalam Islam. Ini penting agar ibadah kurban yang dilaksanakan sah dan diterima,” tegasnya.

Menurut Widodo, penyembelihan hewan kurban tidak sekadar proses teknis memotong hewan, tetapi merupakan bagian dari ibadah yang memiliki aturan jelas. Mulai dari kondisi hewan yang harus memenuhi syarat, cara penyembelihan, hingga siapa yang melaksanakan penyembelihan, semuanya telah diatur dalam syariat.

Ia menjelaskan, beberapa ketentuan penting yang harus diperhatikan antara lain hewan masih dalam keadaan hidup saat disembelih, penyembelih harus beragama Islam, membaca basmalah, serta menggunakan alat yang tajam agar tidak menyiksa hewan. Selain itu, saluran pernapasan dan pembuluh darah utama harus terputus dengan sempurna.

BACA JUGA:Kemenag Mukomuko Imbau Warga Selektif Pilih Hewan Kurban

“Jangan sampai karena ketidaktahuan atau kelalaian, pelaksanaan kurban justru tidak sesuai syariat. Ini yang kita ingatkan sejak dini,” ujarnya.

Kemenag Mukomuko juga mendorong agar panitia kurban di setiap masjid maupun kelompok masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak terkait jika masih terdapat keraguan dalam pelaksanaan penyembelihan. Edukasi dan pembekalan bagi petugas dinilai penting untuk meminimalisir kesalahan di lapangan.

Lebih lanjut, Widodo mengajak masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada jumlah hewan kurban, tetapi juga memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan agama. Dengan demikian, nilai ibadah dan makna pengorbanan dalam Iduladha dapat terjaga dengan baik.

“Iduladha adalah ibadah yang memiliki makna mendalam. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: