Pastikan Tepat Waktu, Kodim 0423/BU Libatkan Babinsa Membangun Jembatan

Pastikan Tepat Waktu, Kodim 0423/BU Libatkan Babinsa Membangun Jembatan

Pastikan Tepat Waktu, Kodim 0423/BU Libatkan Babinsa Membangun Jembatan-Radar Utara / Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Dalam rangka mendukung program pembangunan infrastruktur perdesaan, Kodim 0423 Bengkulu Utara mulai melibatkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) secara langsung dalam proyek pembangunan dua jembatan gantung yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara. 

Kedua jembatan tersebut dibangun melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang digagas oleh TNI AD pada tahun 2026.

Adapun lokasi pembangunan meliputi Jembatan Gantung di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, dan Jembatan Gantung di Desa Kualalangi, Kecamatan Ketahun. 

Keterlibatan Babinsa diharapkan mampu mengakselerasi proses konstruksi agar rampung sesuai target.

BACA JUGA:Swadaya Perbaiki Jembatan Ambrol, Warga Nilai Pemerintah Abai

Komandan Kodim 0423 Bengkulu Utara, Letkol CZI M Jumali, menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi prioritas utama. 

Untuk itu, personel Babinsa dari jajaran Koramil Lais dan Koramil Ketahun diterjunkan langsung ke lapangan.

“Untuk percepatan, Babinsa di wilayah Koramil Lais dan Ketahun terlibat langsung. 

Upaya ini untuk mempercepat proses pembangunan jembatan di Desa Pagaruyung dan Desa Kualalangi,” ujar Letkol M Jumali, Senin (18/5/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya mengawal ketepatan waktu pengerjaan.

BACA JUGA:Jembatan Perintis Garuda Desa Sukarami Rampung, Dandim 0407/KB Pesankan Ini

Tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sarana transportasi yang sangat dibutuhkan warga desa.

“Kehadiran TNI di lapangan juga sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana transportasi masyarakat desa,” tambahnya.

Dengan adanya jembatan gantung ini, Letkol CZI M Jumali berharap akses antarwilayah di Kecamatan Batik Nau dan Ketahun semakin lancar, terutama bagi warga yang selama ini bergantung pada medan sulit dan aliran sungai. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: