Dinas Pertanian Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko yang akan membeli hewan ternak untuk kurban pada Idul Adha tahun 2026. Pasalnya, Dinas Pertanian Mukomuko memastikan, ketersediaan hewan kurban baik jenis kerbau, sapi dan kambing aman dan mampu memenuhi permintaan warga.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada jumlah ketersediaan, tetapi juga memastikan kualitas dan kesehatan ternak yang akan dikurbankan. Upaya ini untuk menjaga kelancaran ibadah kurban sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko penyakit hewan.
“Stok ternak kita aman. Namun yang lebih penting, kami memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak,” tegasnya.
Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan berbagai langkah antisipasi di lapangan. Pengawasan diperketat, terutama terhadap lalu lintas ternak serta pemeriksaan kesehatan secara berkala di kandang-kandang peternak maupun titik penjualan. Sejumlah penyakit menjadi perhatian serius, di antaranya penyakit Jembrana, ngorok, serta berbagai penyakit menular lainnya yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak.
"Dan kami rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan hewan bebas dari gejala penyakit sebelum masuk ke pasar kurban," katanya.
Menurut Hari, pemeriksaan yang dilakukan itu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terlebih, momentum Idul Adha bukan hanya soal ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan bersama. Dengan kesiapan stok dan pengawasan yang diperketat, masyarakat diimbau untuk tetap selektif dalam memilih hewan kurban. Pastikan ternak yang dibeli sehat, aktif, dan memiliki tanda layak kurban.
"Kami berharap, Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala, sekaligus menjadi momen memperkuat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: