Swadaya Perbaiki Jembatan Ambrol, Warga Nilai Pemerintah Abai
Warga bergotongroyong memperbaiki jembatan yang lantainya ambrol-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Puluhan warga RT 40 Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, bergotong royong dan swadaya untuk memperbaiki lantai jembatan kayu yang ambrol.
Langkah ini dilakukan lantaran jembatan yang menjadi jalur utama transportasi warga tersebut sudah tak dapat dilalui, sementara pemerintah terkesan abai atas kondisi kerusakan para pada jembatan.
Warga setempat, Tosril Jamilus mengatakan, selama ini jembatan menjadi akses vital bagi warga untuk berbagai keperluan. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, ibu-ibu berbelanja ke pasar, hingga mobilitas harian lainnya.
"Tapi setelah ambrol, warga terpaksa menempuh jalur memutar yang jauh lebih panjang," ungkap pria yang akrab disapa Toing ini.
BACA JUGA:Jembatan Perintis Garuda Desa Sukarami Rampung, Dandim 0407/KB Pesankan Ini
Menurut Toing, jembatan ini merupakan satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan permukiman warga, dengan pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan.
"Dengan ambrolnya lantai jembatan, aktivitas warga menjadi terganggu secara signifikan," sesal Toing diwawancarai disela-sela bergotongroyong memperbaiki jembatan tersebut, Minggu 17 Mei 2026.
Bahkan, lanjut Toing, anak-anak terpaksa berangkat lebih awal ke sekolah, sementara para pedagang dan pekerja kesulitan mengangkut barang dagangan mereka.
"Kita sebenarnya sudah berkali-kali mengadukan persoalan ini kepada pemerintah setempat, baik melalui RT dan RW, maupun kelurahan. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan atau tindak lanjut yang jelas," beber Toing.
BACA JUGA:Kemhan RI dan Kodim 0428 Hadirkan Solusi Nyata, Jembatan Perintis Garuda Kini Aman Dilintasi
Sementara, sambung Toing, keberadaan jembatan ini merupakan kebutuhan akses transportasi bagi warga, yang sifatnya sangat vital dan mendesak.
"Karena tidak kunjung mendapat perhatian, akhirnya kami mengambil insiatif sendiri dan bersepakat untuk melakukan gotong royong secara swadaya memperbaiki jembatan ini," kata Toing.
Ditambahkan warga lainnya, Didi, perbaikan yang dilakukan warga ini hanya bersifat darurat, agar ratusan kendaraan dan orang bisa melintasi jalur ini setiap harinya.
"Kami berharap pemerintah bisa hadir ke sini, karena yang kami lakukan sifatnya darurat. Jembatan ini butuh pembangunan permanen agar aman digunakan dalam jangka panjang," demikian Didi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: