Ternyata Ini Penyebab Orang Palembang Bermata Sipit dan Mirip Orang Tionghoa
Ternyata Ini Penyebab Orang Palembang Bermata Sipit dan Mirip Orang Tionghoa--
RADARUTARA.ID- Selain terkenal dengan makanan khas yang mungkin sudah mendunia, yakni Pempek dan kuah Cuko, serta jembatan Ampera yang juga sangat ikonik.
Ternyata Palembang memiliki pesona lain yang tdak bisa ditolak, terutama oleh kaum pria.
Jika biasanya suku di Indonesia memilaiki warna kulit kuning langsat atau sawo matang, bahkan di beberapa wilayah juga ada yang memiliki warna kulit yang cenderung lebih gelap.
Namun, berbeda dengan para wanita di Suku Palembang atau suku Melayu, yang justru memiliki warna kulit yang cenderung putih, serta mata yang sipit, sehingga selintas mirip dengan bangsa Cina atau Tionghoa.
Sehingga mereka sering disebut dengan orang Cinanya Indonesia, karena memang mereka rata-rata bermata sipit dan terlihat gemoy, walaupun di beberapa daerah juga ada suku yang mirip dengan orang Palembang ini, mulai dari Dayak dan juga Manado.
Namun, disini kita akan membahas mengenai penyebab banyaknya orang Palembang yang bermata sipit dan cukup mudah dikenal jika mereka merupakan orang Palembang.
Sudah bukan rahasia lagi, jika Palembang sedari dulu sudah sangat terkenal, bahkan daerah ini juga sempat menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah pada zaman penjajahan dulu.
Wilayah Palembang menjadi salah satu kota tersibuk pada masanya terutama sungai Musi, dimana banyak kapal asing yang singgah dan melakukan transaksi disana, apalagi Sungai Musi melewati perairan yang sangat ramai yakni Selat Bangka.
Perdagangan sendiri mulai ramai di era Dinasti Ming dan diawal abad ke-15, Cina mengutus Laksamana Cheng Ho ke Palembang, dengan tujuan menumpas bajak laut dan sekaligus menyebarkan ajaran agama Islam, sehingga dirinya menetap dalam waktu yang cukup lama.
Hingga terjadila perkawinan antara rombongan Laksamana Cheng Ho dengan warga pribumi dan menjadi cikal bakal keturunan campuran hingga saat ini.
Bahkan jauh sebelum Perkawinan antara Laksamana Cheng Ho terjadi, beberapa ratus tahun sebelumnya, dikatakan Sultan Palembang Darussalam ke-4, yakni Sultan Mahmud Badaruddin 1, juga menikahi seorang wanita yang merupakan keturunan China.
Dan langkah ini juga diikuti oleh orang-orang kerajaan dan juga para bangsawan, sehingga ras campuran semakin berkembang di Palembang.
Hingga tak heran jika sekarang banyak orang Palembang yang bentukannya seperti orang China atau Tionghoa, karena memang menilik dari sejarah memang ada bibit orang China yang diawali dengan perkawinan campur nenek moyang mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: