Jaminan Masa Depan untuk Atlet Berprestasi
Teuku Zulkarnain, SE-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, berkomitmen untuk mendorong agar atlet daerah terus meraih prestasi dalam bidang olahraga yang ditekuninya.
Ini disampaikan Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE saat membuka kegiatan pelatihan bagi pelatih dan wasit atau juri renang tingkat madya, yang digelar Federasi Akuatik Indonesia, Kamis 14 Mei 2026.
Menurut Teuku, jaminan masa depan merupakan salah satu persoalan yang harus dihadapi para atlet, terutama setelah selesai berkarir di dunia olahraga.
"Tentu hal sedemikian harus menjadi perhatian kita. Maka dari itu KONI bersama pemerintah daerah (Pemda), tengah menyiapkan kebijakan seperti pemberian reward hingga Rp1 miliar bagi atlet peraih medali emas," ungkap Teuku.
BACA JUGA:Atlet Muda Mukomuko Unjuk Gigi di Pentas Nasional, 12 Medali Dibawa Pulang
Bukan itu saja, lanjut Teuku, atlet-atlet yang berhasil mengukir prestasi, juga diberikan peluang bekerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Bank Bengkulu yang merupakan bentuk jaminan masa depan mereka.
“Ketika atlet merasa masa depannya terjamin, mereka pasti dapat lebih fokus dan semangat meraih prestasi terbaik untuk daerah," tegas Teuku.
Teuku mengaku optimistis, jika langkah seperti ini dapat memotivasi atlet Bengkulu untuk tampil maksimal dan mampu bersaing pada ajang nasional, termasuk dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
"Kita ingin pada PON 2028, atlet Bengkulu nantinya dapat meraih prestasi dari berbagai cabang olahraga yang diikuti, termasuk renang," harap Teuku.
BACA JUGA:Atlet Muda Mukomuko Unjuk Gigi di Pentas Nasional, 12 Medali Dibawa Pulang
Teuku menambahkan, selain peningkatan kesejahteraan atlet, yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan prestasi olahraga yakni fasilitas atau sarana dan prasarananya.
"Misal seperti cabang olahraga renang, tentunya harus memiliki kolam yang sudah memiliki standar internasional. Hal sedemikian harus kita pikirkan dan realisasikan di Bengkulu," tambah Teuku.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Yayat Wahyu memaparkan, pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai klub, dan juga organisasi olahraga akuatik di Bengkulu.
"Dalam pelatihan, kita menghadirkan berbagai materi mulai dari administrasi perlombaan, manajemen kompetisi, regulasi World Aquatics, hingga simulasi perlombaan," demikian Yayat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: