Target IP 300 Tertahan, Produksi Padi di Mukomuko Tembus 7 Ton per Hektare

Target IP 300 Tertahan, Produksi Padi di Mukomuko Tembus 7 Ton per Hektare

Bupati Mukomuko saat menghadiri acara panen raya di Sumber Makmur-Radar Utara / Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten MUKOMUKO terus mendorong indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali tanam padi dalam setahun, namun hingga kini masih tertahan.

Kendala utama yang dihadapi yakni rutinitas pengeringan jaringan irigasi setiap tahun, yang membuat petani tidak dapat menanam padi secara berkelanjutan sepanjang musim.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP menyampaikan bahwa program peningkatan IP 300 tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.

Namun, kondisi teknis di lapangan memaksa adanya penyesuaian pola tanam.

BACA JUGA:Di Tengah Kenaikan Harga, Pupuk Subsidi untuk Petani Padi Tetap Stabil

“Setiap tahun ada masa pengeringan irigasi untuk perawatan jaringan. Pada periode itu, petani tidak memungkinkan menanam padi, sehingga kita arahkan untuk menanam palawija,” jelasnya.

Meski target tanam tiga kali setahun belum tercapai, capaian produksi padi di daerah ini justru menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Rata-rata produktivitas padi sawah saat ini telah menembus angka 7 ton per hektare. Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari kesadaran dan kemampuan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.

"Petani kini semakin memahami tahapan penting dalam bertani, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman," jelasnya. 

BACA JUGA:Kejar Target Swasembada Beras, Pemkab Bengkulu Utara Tanam Padi 7.400 Hektare

Capaian tersebut terlihat jelas pada pelaksanaan panen raya di Desa Sumber Makmur SP 8, Kecamatan Lubuk Pinang.

Sekitar 600 hektare lahan padi dipanen secara serentak, yang kemudian langsung diolah kembali untuk persiapan tanam berikutnya.

Pola tanam serempak ini diyakini mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus menekan potensi serangan hama.

Dengan semangat petani yang terus terjaga, pemerintah optimistis hasil panen ke depan tetap melimpah meskipun dihadapkan pada keterbatasan irigasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: