Disepakati, Pengeringan Irigasi Sayap Kiri Dimulai 1 September
Rapat komisi irigasi bersama BWSS VII Bengkulu disepakati penutupan irigasi manjunto kiri dimulai 1 September-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kepastian jadwal pengeringan jaringan irigasi sayap kiri tahun 2026 akhirnya ditetapkan. Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Komisi Irigasi dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu pada Selasa, 12 Mei 2026. Pengeringan tetap dilaksanakan mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP memastikan bahwa jadwal tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, para petani yang berada di wilayah layanan irigasi sayap kiri diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan air dalam waktu dekat.
“Jadwalnya sama seperti tahun lalu, mulai 1 September sampai 31 Desember. Jadi petani tidak perlu risau, karena ini sudah melalui rapat koordinasi bersama pihak terkait,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengeringan irigasi merupakan bagian penting dari upaya pemeliharaan jaringan, termasuk pembersihan saluran, perbaikan pintu air, serta normalisasi aliran agar distribusi air ke lahan pertanian tetap optimal pada musim tanam berikutnya.
Menurutnya, kepastian jadwal ini justru menjadi acuan penting bagi petani dalam menyusun pola tanam. Petani diminta dapat menyesuaikan waktu tanam padi maupun komoditas lainnya agar tidak terdampak saat masa pengeringan berlangsung.
“Kalau jadwal sudah jelas, petani bisa mengatur pola tanam. Jangan sampai masuk masa pengeringan, tanaman masih membutuhkan air dalam jumlah besar,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau para penyuluh lapangan agar aktif memberikan pendampingan kepada petani, terutama dalam hal perencanaan musim tanam dan penggunaan air secara efisien. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun ada masa pengeringan irigasi.
Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan akan terus berkoordinasi dengan BWSS VII Bengkulu dan Komisi Irigasi untuk meminimalkan dampak pengeringan terhadap lahan pertanian masyarakat.
"Dengan ditetapkannya jadwal ini, diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran di kalangan petani. Kepastian ini menjadi bagian dari langkah strategis menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Kabupaten Mukomuko," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: