Mengenal Sejarah Batik ChaCha Mentari, Dari Daerah Berhasil Menari di Even Nasional
Mengenal Sejarah Batik ChaCha Mentari, Dari Daerah Berhasil Menari di Even Nasional-Radar Utara / Wahyudi Ndut-
RADARUTARA.ID - Batik ChaCha Mentari, lahir dari dedikasi Ely Susianti yang begitu telaten membimbing para ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya, membatik khas Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yakni Kaganga.
Motif Kaganga menjadi pilihan utama seni membatik yang diperkenalkan pada pasar baik lokal maupun nasional termasuk pada even Persit Bisa 2, yang baru saja selesai diikuti oleh Batik ChaCha Mentari pada pekan lalu.
Dengan keindahan lukisan batik yang menjadi nilai jual dengan kualitas dan mutu tinggi, UMKM yang menjadi kerajinan para istri prajurit TNI ini mampu bersaing di barisan natik nasional.
Pembinan UMKM Batik Chacha Menyari yang merupakan anggota Persit Kodim 0409/Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dan merupakan ASN aktif di Rejang Lebong tersebut.
BACA JUGA:Membanggakan, Batik ChaCha Mentari dari Bengkulu Tebar Pesona di Jakarta
Mengaku bangga, setelah berhasil memperagakan karya seni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ia namakan bersama para perempuan binaannya dengan nama Batik ChaCha Mentari bisa dan sukses merambah ke tingkat nasional.
Selain itu, perempuan yang merupakan istri dari Mayor (Inf). Asri Wuri Hendra Dewa, (Kasdim Kodim 0409/Rejang Lebong) ini juga memperkenalkan bahwa hingga saat ini, Batik ChaCha Mentari memiliki tiga pengrajin dan setiap bulannya mampu memproduksi sebanyak 10 helai hingga 30 helai kain batik.
Perlahan tapi pasti, karya batik dari para ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya tersebut pun membuahkan hasil.
Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pesanan yang datang meskipun saat ini masih dalam seputaran Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Mengenal 7 Motif Dasar Batik Besurek Khas Bengkulu, Perpaduan Gambar Bunga dan Kaligrafi
"Karya kita ini merupakan komitmen Persit Kartika Chandra Kirana dalam mendukung program kerja anggota agar terus berkembang, yang salah satu program pemberdayaannya , adalah program Persit Bisa," jelas Ely Susianti.
Program Persit Bisa, lanjut Ely Susianti, merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan anggota melalui pengembangan UMKM.
Setelah sukses dengan program Persit Bisa pada tahun 2025 diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, pada Mei 2026 bertempat masih di Balai Kartini Jakarta, Persit KCK kembali menyelenggarakan program Persit Bisa.
"Pada Persit Bisa tahun ini, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409, Koorcab Rem 041 PD XXI/ Radin Inten," tambah Ely.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: