Hujan Deras Picu Banjir di Gunung Payung, Bibit Padi dan Handtraktor Jadi Korban
Hujan Deras Picu Banjir di Gunung Payung, Bibit Padi dan Handtraktor Jadi Korban-Radar Utara/Sigit Haryanto -
RADARUTARA.ID - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Utara pada Rabu 6 Mei 2026 kemarin memicu luapan banjir di Desa Gunung Payung, Kecamatan Pinang Raya.
Luapan air sungai merendam hamparan persawahan padi, dua unit handtraktor hingga rumah warga.
Akibat peristiwa tersebut, para petani padi di Desa Gunung Payung dikabarkan mengalami kerugian.
Pasalnya, lahan persawahan yang saat ini memasuki fase penyemaian bibit padi terendam banjir hingga menyebabkan bibit yang baru disemai hanyut terbawa arus air.
Tidak hanya itu, dua unit handtraktor yang saat itu sedang digunakan di area persawahan juga ikut terendam banjir.
Kondisi itu mengharuskan petani melakukan perbaikan terhadap mesin bajak sawah tersebut.
Sementara itu, banjir yang sempat merendam sejumlah rumah warga dikabarkan telah surut dan tidak menimbulkan dampak serius terhadap masyarakat terdampak.
Kepala Desa Gunung Payung, M Situmorang, S.IP, mengatakan banjir terjadi akibat luapan air sungai yang masuk ke areal persawahan hingga meluas ke permukiman warga.
“Untungnya banjir tidak berlangsung lama dan air berangsur surut, sehingga tidak terlalu berdampak terhadap rumah warga. Namun bibit padi yang baru disemai petani dipastikan gagal karena terseret arus banjir,” ujar Kades.
Ia juga membenarkan dua unit handtraktor yang sedang bekerja di sawah ikut terendam banjir. Atas kondisi tersebut.
Pihak desa berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait, khususnya untuk kebutuhan bibit padi para petani.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu bibit padi bagi petani, karena bibit yang sudah disemai gagal total,” tambahnya.
Terpisah, Camat Pinang Raya, Suharno, S.Pd, mengatakan pihak kecamatan telah melaporkan kejadian banjir yang sempat mengepung Desa Gunung Payung itu kepada BPBD Bengkulu Utara dan Dinas Sosial Bengkulu Utara.
Pasca banjir, camat memastikan aktivitas masyarakat telah kembali normal. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat cuaca hujan belakangan ini masih kerap terjadi dan berpotensi memicu banjir susulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: