Desa Sumber Makmur jadi Percontohan Integrasi Sawah dan Ternak

Desa Sumber Makmur jadi Percontohan Integrasi Sawah dan Ternak

Terlihat hamparan sawah di Desa Sumber Makmur yang dijadikan pusat Pertanian terintegrasi -Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian terus mempercepat pengembangan program pertanian terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Program ini tidak lagi sebatas wacana, namun mulai diterapkan secara nyata di lapangan dengan menjadikan Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang sebagai lokasi percontohan.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP menegaskan bahwa konsep pertanian terintegrasi yang dikembangkan menggabungkan sektor tanaman pangan dengan peternakan. Di Desa Sumber Makmur, integrasi tersebut diwujudkan melalui pengelolaan padi sawah yang dipadukan dengan peternakan kambing dalam satu sistem usaha tani.

“Untuk tahap awal, kita fokuskan di satu desa sebagai percontohan. Desa Sumber Makmur dipilih karena memiliki potensi lahan dan kesiapan kelompok tani. Di sini kita padukan pertanian padi dengan peternakan kambing agar saling mendukung,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lahan pertanian padi sawah yang disiapkan sebagai demplot atau denplot mencapai luas enam hektare. Lahan ini menjadi pusat pengembangan sekaligus tempat pembuktian efektivitas sistem pertanian terintegrasi yang sedang didorong pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari program tersebut, pemerintah juga telah membangun kandang kambing di desa tersebut. Kehadiran ternak kambing diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani, baik melalui pemanfaatan kotoran sebagai pupuk organik maupun sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Kita dorong petani agar punya usaha berkelanjutan. Limbah ternak bisa jadi pupuk, sementara hasil pertanian bisa mendukung kebutuhan pakan. Jadi ada siklus yang saling menguatkan,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian Mukomuko juga akan menggelar panen raya padi sawah di lahan denplot tersebut. Di hari itu juga, sekaligus akan dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan alat dan ternak kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah.

“Pada saat panen raya nanti, kita juga akan menyerahkan bantuan hand traktor kepada petani. Ini bagian dari upaya mempercepat terwujudnya sistem pertanian terintegrasi di daerah kita,” tambahnya.

Program ini diharapkan tidak berhenti di satu desa saja. Jika terbukti berhasil, pola yang sama akan direplikasi ke wilayah lain di Kabupaten Mukomuko. Pihaknya menargetkan model pertanian terintegrasi ini menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

"Kami terus berkomitmen untuk mendorong transformasi sektor pertanian dari pola konvensional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: