Peran Anak Muda Mesti Diperkuat Dalam Mitigasi Bencana
Diskusi Publik terkait mitigasi bencana ekologis dan krisis iklim-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Sebagai salah satu daerah di Indonesia yang rawan dilanda bencana, peran anak muda dalam mendorong mitigasi bencana ekologis dan krisis iklim khususnya di Provinsi Bengkulu, dinilai menjadi penting.
Ini terungkap dalam diskusi publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ).
Rektor UNIHAZ, Dr. Arifah Hidayati, SE, MM mengharapkan, diskusi publik ini dapat memperkuat peran anak muda, dalam melastarikan alam dan memitigasi bencana ekologis dan krisis iklim.
"Apalagi anak-anak muda inilah yang nantinya menjadi pewaris lingkungan. Jadi kita semua berkewajiban untuk menjaga lingkungan dan melastarikan alam," ungkap Arifah.
BACA JUGA:Respons Cepat Tangani Bencana Berbuah Manis, Pemprov Bengkulu Raih Penghargaan dari Kemensos RI
Pembicara dalam diskusi publik, Nosi Winda Putri mengaku, bencana ekologis dan krisis iklim terus mengancam wilayah Desa Pondok Kelapa.
"Kami yang tinggal di sana selalu dibayangi rasa was-was. Karena rumah kami yang berdekatan dengan sungai dan laut, terus dilanda abrasi dan erosi. Jadi kami sangat berharap solusi nyata dari pihak yang berwenang," harap Nosi.
Koordinator Kampanye Eksekutif Nasional (Eknas) WALHI, Uli Arta Siagian mengatakan, yang dialami masyarakat Pondok Kelapa, merupakan salah satu bentuk bencana ekologis.
"Dalam hal ini peran anak muda menjadi penting, untuk mendorong mitigasi bencana ekologis dan juga krisis iklim. Apalagi di tengah minimnya penangan yang serius dari para pemangku kebijakan," tegas Uli.
BACA JUGA:Terbentur Anggaran, Desa Tangguh Bencana Jalan di Tempat
Menurut Uli, dengan melihat permasalahan yang terjadi di Pondok Kelapa, kerusakan aliran Sungai Lemau dan tepi laut merupakan bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi lingkungan dan rakyatnya.
"Ini bukan sekadar persoalan biasa, melainkan krisis tata kelola yang dibiarkan berlarut," sindir Uli.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE turut menyoroti bencana ekologis, seperti yang terjadi di Pondok Kelapa.
"Bencana tersebut tentunya tidak bisa hanya diselesaikan satu pihak, namun permasalahan yang serius ini harus di selesaikan secara bersama-sama. Sehingga ancaman kehilangan pemukiman tersebut, bisa diselesaikan," papar Teuku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: