Komisi III DPRD Bengkulu Pastikan Evaluasi Pembangunan Jembatan Matan
Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu saat menggelar sidak Jembatan Matan di Kabupaten Seluma-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID – Evaluasi secara menyeluruh terhadap pembangunan Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma menuju Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, dipastikan bakal dilakukan.
Evaluasi ini menyusul sejumlah temuan awal saat Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Jembatan Matan yang berada di Kabupaten Seluma.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, H. Darmawansyah, MT mengatakan, Rabu 29 April 2026 kemarin, pihaknya melakukan sidak ke Jembatan Matan yang mengalami kerusakan, setelah belum lama pekerjaannya dirampungkan pelaksana.
"Saat sidak, kami melihat yang amblas itu bagian Oprit jembatan. Kalau bangunan utama jembatannya masih berdiri kokoh," ungkap Darmawan, Kamis 30 April 2026.
BACA JUGA:Bantu Pemerintah, PT SIL Group Kembali Perbaiki Jembatan Arga Mulya - Tanah Tinggi
Hanya saja, lanjut Darmawan, saat melakukan sidak, pihaknya meminta dokumen teknis proyek untuk dicermati di lapangan. Tapi faktanya dokumen yang dibawa hanya berupa gambar saja.
"Dokumen yang dimaksud itu mulai dari kontrak, risalah kontrak, syarat khusus, syarat umum, hingga spesifikasi teknis. Dokumen itu malah tidak dibawa OPD teknis," sesal Darmawan.
Menurut Darmawan, setiap perencanaan jembatan yang baik harus mencakup berbagai perhitungan hingga analisis stabilitas konstruksi. Dengan tidak adanya dokumen, membuat pihaknya kesulitan menganalisis penyebab kerusakan yang terjadi.
"Jadi kita sama sekali belum bisa menyimpulkan, apakah konstruksi pembangunan sudah sesuai rencana atau tidak," kata Darmawan.
BACA JUGA:Penanganan Jalan dan Jembatan di Mukomuko Diusulkan Rp187 miliar ke Pusat
Darmawan menjelaskan, dari sidak itu juga diketahui jika proyek pembangunan Jambatan Matan tersebut merupakan kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.
"Sementara Dinas PUPR, kemungkinan besar hanya tim teknisnya saja. Tapi itu tadi, kedua OPD yang turut hadir saat kita melakukan sidak, tidak juga mampu menunjukkan dokumen yang diminta," beber Darmawan.
Darmawan menambahkan, maka dari itu ke depan pihaknya bakal memanggil konsultan perencana dan pihak terkait lainnya, guna mengekspos semua dokumen agar evaluasi secara menyeluruh bisa dilakukan.
"Kalau sidak kemarin, kita melihat bangunan jembatan utama masih terlihat bagus. Namun, oprit dan tembok pengarah justru mengalami kerusakan, bahkan terlihat amblas dan terguling," tambah Darmawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: