Bedah 200 Rumah di Mukomuko Masuk Tahap Penentuan Penyedia Material

Bedah 200 Rumah di Mukomuko Masuk Tahap Penentuan Penyedia Material

Kepala Dinas Perkim Mukomuko, Suryanto, MSi-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Program bedah 200 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Mukomuko mulai bergerak ke tahap lanjutan. Saat ini, proses difokuskan pada survei toko bangunan untuk memastikan ketersediaan material sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Mukomuko, Suryanto, M.Si, menegaskan bahwa tahapan ini menjadi penentu percepatan pelaksanaan program. Pemerintah daerah tidak ingin pekerjaan terhambat akibat pasokan bahan bangunan yang tidak siap.

“Setelah ada kepastian toko bangunan yang mampu menyuplai material sesuai kebutuhan, pekerjaan langsung dijalankan,” ujarnya.

Program ini menyasar 200 rumah warga dengan kondisi tidak layak huni. Setiap unit rumah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta. Dana tersebut difokuskan untuk perbaikan dasar, seperti atap, lantai, dan dinding, agar rumah menjadi lebih aman dan layak ditempati.

Suryanto memastikan, seluruh calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi ketat. Tim dari Perkim telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi rumah sekaligus memastikan kelayakan penerima bantuan.

“Pengecekan dilakukan langsung, bukan hanya berdasarkan data administrasi. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Sebaran penerima program mencakup sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Kota Mukomuko, Teras Terunjam, dan Air Manjunto. Pemerintah daerah memprioritaskan wilayah dengan tingkat kebutuhan perbaikan rumah yang tinggi.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan rumah yang lebih layak, diharapkan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan warga juga ikut meningkat.

"Kami menargetkan, setelah proses penentuan penyedia material rampung, pekerjaan fisik bisa segera dimulai tanpa penundaan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: