Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust
Simulasi bencana menghadapi ancaman Megathrust-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami akibat megathrust.
Ini ditunjukkan melalui pelaksanaan latihan kesiapsiagaan bencana, yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Mohamad Naudi Nurdika mengatakan, kesiapsiagaan ini penting, guna membangun kebiasaan tanggap darurat serta menyatukan persepsi antarinstansi dan masyarakat.
“Melalui latihan ini, kita ingin membiasakan diri dan menyatukan cara pandang," ungkap Nurdika.
BACA JUGA:Terbentur Anggaran, Desa Tangguh Bencana Jalan di Tempat
Sehingga, lanjut Nurdika, ketika bencana terjadi, semua pihak sudah dalam siap dan siaga, serta mengetahui bahkan memahami langkah yang harus dilakukan.
"Kemudian yang tak kalah pentingnya dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana ini, peran serta masyarakat. Tujuannya jelas, ketika bencana melanda masyarakat juga sudah siap menghadapi segala kemungkinan," kata Nurdika.
Menurut Nurdika, masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran bahwa bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga minimal mampu menyelamatkan diri, keluarga dan lingkungan sekitar.
"Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang menjadi salah satu tugas TNI dalam penanggulangan bencana serta upaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan," ujar Nurdika.
BACA JUGA:Data Permukiman Rawan Bencana Disisir, Mukomuko Siapkan Peta Risiko Detail
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni mengatakan, latihan gabungan seperti ini telah lama diharapkan guna membangun tim yang solid
"Terutama dalam klaster penanganan bencana. Apalagi daerah kita ini termasuk salah satu daerah di Indonesia yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami," sampai Herwan.
Lebih lanjut Herwan mengemukakan, secara konsep, Pemprov Bengkulu sebenarnya sudah memiliki skema mulai dari simulasi hingga evakuasi korban.
"Namun, implementasi di lapangan melalui latihan seperti ini sangat penting agar kesiapan benar-benar teruji,” demikian Herwan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: