Sekda Herwan Antoni Tinjau RSMY, Layanan Cuci Darah Dipastikan Kembali Berjalan

Sekda Herwan Antoni Tinjau RSMY, Layanan Cuci Darah Dipastikan Kembali Berjalan

Sekda Herwan Antoni saat sidak ke RSMY Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Layanan cuci darah terhadap pasien Hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus (RSMY) Bengkulu, dipastikan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Kepastian ini terungkap setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni melakukan peninjauan secara langsung terhadap pasien HD di RSMY, Kamis 16 April 2026.

"Sebagaimana yang diketahui, tersendatnya pelayanan cuci darah di RSMY akibat habisnya Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)," ungkap Herwan.

Tapi, lanjut Herwan, sebagaimana penyampaian manajemen RSMY, BMHP sudah dipesan, dan pukul 12.00 siang nanti (kemarin, red) dijadwalkan tiba.

BACA JUGA:Lonjakan Pasien Sebabkan Layanan Cuci Darah di RSMY Bengkulu Terhambat

"Setelah BMHP itu tiba, pelayanan cuci darah terhadap pasien HD yang sempat tersendat, segera dilanjutkan. Bagi pasien yang sempat tertunda menjalani cuci darah, tetap dilayani hingga selesai tanpa pembatasan," kata Herwan.

Menurut Herwan, di RSMY Bengkulu ini memiliki sebanyak 25 unit alat HD, dengan kapasitas pelayanan 25 pasien pada sesi pagi dan 25 pasien pada sesi siang.

"BMHP yang dipesan RSMY mencapai sekitar 100 unit untuk memenuhi kebutuhan pasien, termasuk pasien rujukan dari rumah sakit lain yang jumlahnya mencapai 90 orang," tegas Herwan.

Sementara itu, Direktur RSMY Bengkulu, dr. Hery Kurniawan mengatakan, pada saat BMHP tiba, maka langsung dipersiapkan untuk melayani cuci darah para pasien HD.

BACA JUGA:Lonjakan Pasien Sebabkan Layanan Cuci Darah di RSMY Bengkulu Terhambat

"Yang tertunda cuci darah, yakni pasien yang dijadwalkan pada Rabu 15 April 2026. Sehingga nanti dalam pelayanan, kita membuat shift tambahan agar para pasien bisa cuci darah hingga selesai," ujar Hery.

Disinggung pasien yang terdampak karena belum cuci darah, Hery memastikan, bakal memberikan penanganan medis terhadap pasien, yang langsung dilakukan tim dokter RSMY.

"Pasien HD yang cuci darahnya tertunda, seperti mengalami gejala sesak nafas langsung diberikan penanganan medis," tandas Hery.

Sebelumnya diberitakan, puluhan pasien HD di RSMY dilaporkan tidak mendapatkan layanan cuci darah akibat habisnya BMHP. Kehabisan BMHP tersebut dipicu akibat lonjakan jumlah pasien HD, yang merupakan pengalihan dari RS lain di Bengkulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: