Lonjakan Pasien Sebabkan Layanan Cuci Darah di RSMY Bengkulu Terhambat
Lonjakan Pasien Sebabkan Layanan Cuci Darah di RSMY Bengkulu Terhambat-Istimewa-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Lonjakan jumlah pasien disebut-sebut menjadi penyebab, hingga terhambatnya pelayanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus (RSMY) Bengkulu.
Demikian pengakuan Direktur RSMY Bengkulu, dr. Hery Kurniawan dikonfirmasi terkait keluhan sejumlah pasien Hemodialisa yang tidak mendapatkan tindakan cuci darah, Rabu 15 April 2026.
Menurut Hery, terjadinya lonjakan jumlah pasien Hemodialisa di RSMY Bengkulu, disebabkan karena adanya pengalihan dari Rumah Sakit (RS) lain.
"Pengalihan pasien ini, karena peralatan cuci darah pada RS yang dimaksud, sedang mengalami trouble atau permasalahan. Jadi, jika selama itu pasien itu melakukan cuci darah di RS lain tersebut, maka terpaksa dialihkan ke RSMY," ungkap Hery.
BACA JUGA:Waspada Tubuhmu Bisa Rapuh Jika Terlalu Banyak Ngopi, Bisa Berujung Cuci Darah
Hanya saja, lanjut Hery, seiring dengan pengalihan yang menyebabkan terjadinya lonjakan pasien Hemodialisa sejak sepekan terakhir, mengakibatkan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di RSMY habis.
"Sebenarnya kita sudah melakukan antisipasi, yakni dengan melakukan pemesanan BMHP," kata Hery.
Dari komunikasi terakhir, sambung Hery, angkutan darat yang membahwa BMHP masih dalam perjalanan, dan pagi tadi berada di Pesisir Lampung.
"Kalau nantinya BMHP itu sudah tiba, pasti pelayanan cuci darah bagi pasien Hemodialisa bisa dilakukan. Kita tentunya berharap pesanan tersebut dapat segera tiba di Bengkulu," harap Hery.
Disisi lain, Hery menyampaikan, jika tidak terjadi lonjakan pasien akibat ada peralatan cuci darah di RS lain itu mengalami trouble, kondisi seperti ini tidak bakal terjadi.
BACA JUGA:Waspada Tubuhmu Bisa Rapuh Jika Terlalu Banyak Ngopi, Bisa Berujung Cuci Darah
"Selama ini kita hanya menyiapkan BMHP atau kebutuhan lainnya, sesuai dengan jumlah pasien Hemodialisa yang rutin cuci darah di RSMY saja. Jadi, kalau tidak terjadi lonjakan pasien, stok yang kita miliki cukup hingga akhir bulan ini," tegas Hery.
Hery menambahkan, tapi karena adanya trouble di RS lain, pihaknya atas nama kemanusiaan tetap harus membackup pasien Hemodialisa untuk cuci darah.
"Karena bagaimanapun juga, backup seperti ini sudah menjadi perintah Pak Gubernur Helmi Hasan, yakni Bantu Rakyat. Apalagi ini juga menyangkut nyawa, sehingga pilihannya cuma satu, ketika pasien datang harus tetap dilayani," tambah Hery.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: