Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Nelayan Tradisional Masih Terpinggirkan

Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Nelayan Tradisional Masih Terpinggirkan

Dialog publik tentang kolaborasi tata kelola wilayah tangkap nelayan tradisional Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Nelayan tradisional di Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih terpinggirkan, terutama dalam pemanfaatan ruang laut yang merupakan sumberdaya perikanan.

Ini terungkap dalam dialog publik tentang kolaborasi tata kelola wilayah tangkap nelayan tradisional di Bengkulu, yang digelar Ekologi Maritim Indonesia (Ekomarin), Rabu 15 April 2026.

Koordinator Nasional Ekomarin, Marthin Hadiwinata mengatakan, masih terpinggirkannya pemanfaatan ruang laut yang menjadi sumberdaya perikanan nelayan tradisional, salah satunya disebabkan berbagai konflik.

"Seperti konflik penggunaan alat tangkap. Dimana nelayan kecil menggunakan alat tangkap tradisional, sedangkan nelayan besar menggunakan trawl," ungkap Marthin.

BACA JUGA:3 Hari Dicari, Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia

Ironinya, lanjut Marthin, pemerintah dan pihak yang berwenang, termasuk di Bengkulu terkesan hampir belum pernah mampu menyelesaikan konflik tersebut.

"Jangankan konflik seperti itu, penggunaan alat tangkap semi modern ang hampir menyerupai alat tangkap trawl saja tidak pernah benar-benar teratasi. Padahal penggunaan trawl, secara hukum sudah dilarang," tegas Marthin.

Menurut Marthin, untuk menuntaskan persoalan ataupun konflik seperti itu, dibutuhkan kolaborasi antar pihak yang tentunya dengan melibatkan nelayan tradisional.

"Kolaborasi itu mulai dari pendataan dan pengawasan pada alat tangkap dan ruang laut, hingga hal lainnya yang menjadi tanggungjawab negara seperti memfasilitasi para nelayan-nelayan kecil ini," kata Martin.

BACA JUGA:Kapal Karam, Seorang Nelayan Menghilang

Marthin menambahkan, jika kolaborasi itu dilakukan, maka pemanfaatan ruang laut yang menjadi sumber daya perikanan dalam tata kelola wilayah tangkap nelayan tradisional, kedepannya bisa lebih baik

"Disamping itu juga perlu diperhatikan aspek perlindungan sosial bagi para nelayan kecil. Seperti asuransi, kesehatan, pendidikan dan lainnya," tambah Marthin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Syafriandi menyampaikan, dalam pemanfaatan ruang laut sebagai sumber daya perikanan, banyak permasalahan yang ditemukan.

"Tentu permasalahan itu harus kita hadapi dan cari solusi bersama-sama. Sehingga menjadi penting yang namanya kolaborasi antar pihak, yang segera kita tindaklanjuti," sampai Syafriandi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: