Dongkrak PAD, Soliditas dan Kekompakan Tim Jadi Kunci Penting

Dongkrak PAD, Soliditas dan Kekompakan Tim Jadi Kunci Penting

Rapat lanjutan Pemprov Bengkulu terkait optimalisasi PAD-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Solidtas dan kekompakan tim dinilai menjadi salah satu kunci penting, terutama dalam upaya mendongrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu.

Demikian ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an usai memimpin rapat lanjutan terkait optimalisasi PAD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Selasa 14 April 2026.

"Rapat yang kita gelar hari ini, merupakan tindak lanjut dari hasil studi banding yang dilakukan ke Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu lalu," ungkap Mi'an.

Menurut Mi'an, salah satu kunci keberhasilan daerah lain dalam mencapai target PAD, yakni soliditas kerja tim atau team work yang kuat dan terkoordinasi.

BACA JUGA:Berikan 15 Rekomendasi, Teuku Zulkarnain: Masukan bagi Pemprov Bengkulu

“Makanya dalam rapat tadi, saya sampaikan juga pentingnya memperkuat soliditas dan kekompakan tim kerja tersebut. Apalagi di daerah kita ini masih terdapat potensi PAD yang belum tergali secara optimal," kata Mi'an.

Seperti, lanjut Mi'an, pada sektor pajak air permukaan. Kerja OPD harus diperkuat soliditasnya, sehingga benar-benar dapat dipetakan dengan baik potensi PAD ini.

"Kita contohkan seperti Provinsi Riau yang dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit, dimana mereka mampu meraih PAD dari sektor pajak air permukaan hingga mencapai ratusan miliar rupiah," tegas Mi'an.

Mi'an menambahkan, hal sedemikian layak dan harus ditiru, sehingga nantinya Provinsi Bengkulu ini juga berhasil dalam upaya meningkatkan PAD. 

BACA JUGA:Persoalan Eks Lapter II TNI AU, Pemprov Bengkulu dan DPD RI Fokus Bahas Solusi

"Begitu juga terhadap potensi-potensi PAD lainnya, yang selama ini masih belum tergali secara optimal. Kita secara bersama-sama mesti menggenjot capaian PAD ini, guna mewujudkan percepatan pembangunan daerah," tambah Mi'an.

Disisi lain, Mian mengingatkan, agar pemotongan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat, tidak dijadikan alasan untuk tidak berinovasi khususnya pada sektor PAD ini.

“TKDD kita sudah dipotong pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga telah mengarahkan agar daerah menggali potensi yang belum optimal dalam kontribusi PAD,” tutup Mi'an. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: