Terdampak Abrasi, Kapolda: Pusat Konservasi Penyu Butuh Perhatian Bersama

Terdampak Abrasi, Kapolda: Pusat Konservasi Penyu Butuh Perhatian Bersama

Kapolda Irjen Pol. Mardiyono saat meninjau pusat konservasi Penyu di Desa Pekik Nyaring-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID – Keberadaan pusat konservasi Penyu yang berada di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), dinilai membutuhkan perhatian bersama dan dari berbagai pihak.

Pasalnya berbagai fasilitas pada pusat konservasi Penyu yang merupakan salah satu hewan dilindungi tersebut, kondisinya sangat memprihatinkan akibat dampak abrasi yang sejauh ini masih terus mengancam.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono mengatakan, kondisi konservasi saat ini memerlukan perhatian bersama, mengingat terdapat beberapa fasilitasnya mengalami kerusakan yang tak lepas dari ancaman abrasi

"Dengan fakta itu, kita bakal menampung dan mengkaji kebutuhan yang disampaikan pengelola," tegas Kapolda yang meninjau langsung pusat konservasi Penyu tersebut.

BACA JUGA:Jamin Keamanan Masyarakat, Kapolda Bengkulu Tinjau Objek Wisata

Sehingga, lanjut Mardiyono, pihaknya nanti dapat diberikan dukungan secara tepat guna, terutama dalam upaya peningkatan sarana terhadap konservasi Penyu.

“Kita sengaja mengunjungi Lokasi atau pusat konservasi Penyu tersebut, dan kunjungan ini sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian lingkungan, khususnya Penyu yang merupakan salah satu hewan atau satwa dilindungi" kata Mardiyono.

Menurut Kapolda, dari hasil peninjauan sangat jelas terlihat, jika sebagian fasilitas konservasi mengalami kerusakan akibat abrasi dan cuaca ekstrem yang berdampak pada berkurangnya luas lahan.

“Abrasi dan cuaca ekstrem itu juga menimbulkan penurunan terhadap kualitas bangunan penunjang kegiatan konservasi. Tentu kondisi ini harus ditangani, makanya pusat konservasi memerlukan perhatian kita bersama,” tegas Kapolda.

BACA JUGA:Jamin Keamanan Masyarakat, Kapolda Bengkulu Tinjau Objek Wisata

Kapolda menyampaikan, di pusat konservasi tersebut, saat ini ada sekitar 1.500 telur Penyu dalam proses penetasan, dan diharapkan dapat berkembang dengan baik.

“Sehingga nantinya kelestarian Penyu dapat terus terjaga. Kita selaku Polri bakal terus berperan aktif dalam mendukung pelestarian lingkungan, melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Masyarakat,” sampai Mardiyono.

Mardiyono menambahkan, perlindungan terhadap penyu sebagai satwa yang dilindungi, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, termasuk peran Polri dalam aspek pengawasan dan penegakan hukum. 

“Maka dari itu jajaran kepolisian dipastikan turut mengawal keberlangsungan ekosistem Penyu. Baik melalui upaya preventif, pengawasan terhadap potensi pelanggaran, maupun dukungan terhadap kegiatan konservasi yang dilakukan Masyarakat,” tambah Kapolda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: