Waspada Penipuan! Modus Pangkas Antrean Porsi Haji, Intai Korban

Waspada Penipuan! Modus Pangkas Antrean Porsi Haji, Intai Korban

Waspada Penipuan! Modus Pangkas Antrean Porsi Haji, Intai Korban--

ARGAMAKMUR,RADARUTARA.ID - Momentum persiapan, jelang pemberangkatan jamaah haji 1447 H /2026 Masehi, nampaknya dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan aksi penipuan

Dengan modus menawarkan pemangkasan waktu antrean untuk berangkat ke tanah suci, si penipu menawarkan jasa untuk melakukan registrasi kartu tanda penduduk elektronik. 

Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Bengkulu Utara, sebut saja Buyung. 

Kepada media ini, Buyung mengisahkan jika dirinya menerima telpon dari nomor 0822-9870-6069 yang mengaku dari Kemenang Bengkulu Utara bernama Muhammad Madan. 

"Kejadiannya hari Sabtu, 11 April 2026, jam 16.15 WIB. Di sini, kami mulai tanda tanya, kok masih ada jam kerja administratif akhir pekan, sore lagi, " Kata sumber ini. 

Dikisahkan, dalam percakapan telpon seluler itu, si penelpon mengkonfirmasi nama calon jamaah haji yang merupakan ayah korban, sudah mendaftar sejak 2018.

Dan data itu benar, sehingga si penelpon meminta agar segera ke Kemenag pada hari Senin untuk meregistrasi ulang agar dapat dilakukan pengajuan perecapatan pemberangkatan. 

Hanya saja, si penelpon memberikan syarat berkas yang harus dibawa berupa KTP elektronik, KK, nomor porsi haji dan QR barkode KTP. 

"Nah, sampai pada QR Bakorde KTP ini, kecurigaan kami semakin kuat. Apalagi si penelpon mendesak untuk membuat QR Barcode saat ini juga dengan cara, bakal menelpon kembali melalui videocall, " Kisahnya. 

Tak ingin terjebak dan masuk perangkap pelaku, korban mengkonfirmasi kebenaran informasi ini melalui Kepala TU Kemenag Bengkulu Utara. 

"Alhamdulillah, beliau langsung angkat telpon dan memastikan, nama Muhammad Madan tidak ada di kemenag. Dan menyatakan, informasi registrasi dan percepatan antrean seperti disebutkan si penelpon sebelumnya, tidak benar, " Ujarnya. 

Sementara itu, Kakan Kemenag Bengkulu Utara, Dr H Sipuan, S.Ag, MM melalui Kasubag TU, Sigit Susanto, S.Sos.i saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima banyak pengaduan dan informasi dengan modua serupa. 

"Gak benar itu, sudah banyak yang konfirmasi dan menghubungi kami dengan modus seperti itu, " Kata Sigit. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati hati dengan berbagai modus penipuan terkait haji dan umroh. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: