1.700 Pelajar Napal Putih Kehilangan Program MBG, Dapur Air Tenang Disuspend BGN
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, mendadak terhenti pasca libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Akibatnya, lebih dari 1.700 pelajar penerima manfaat untuk sementara tidak lagi mendapatkan asupan gizi dari program pemerintah pusat tersebut.
Penghentian ini terjadi setelah dapur mitra MBG satu-satunya di Kecamatan Napal Putih yang berada di Desa Air Tenang, terkena sanksi suspend atau penghentian sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Etika Sumber Harapan itu, diketahui baru beroperasi selama 12 hari sebelum akhirnya dihentikan.
Informasi yang dihimpun, suspend bermula dari laporan khusus (lapsus) yang disampaikan kepala SPPG dapur mitra MBG Air Tenang pada 17 Maret 2026 kepada pihak BGN.
BACA JUGA:MBG di Bengkulu Sasar 331.731 Penerima
Dalam laporan itu disebutkan bahwa operasional dapur dinilai belum berjalan sesuai petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan program MBG yang ditetapkan BGN.
Akibat laporan itu, dapur yang menjadi satu-satunya penopang MBG di Napal Putih tersebut harus berhenti sementara.
Sehingga ribuan pelajar yang sebelumnya telah menikmati manfaat program kini kembali menunggu kepastian.
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si, membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, unsur tripika kecamatan sudah turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan yang berdampak langsung terhadap para pelajar dan relawan dapur.
“Benar, saat ini dapur MBG di Desa Air Tenang sedang disuspend sementara akibat adanya laporan khusus dari pihak SPPG kepada BGN,” ujar Budi.
BACA JUGA:MBG di Bengkulu Sasar 331.731 Penerima
Ia menjelaskan, setelah suspend diberlakukan, pihak kecamatan langsung memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari pemilik dapur, yayasan, hingga pihak SPPG, untuk membahas solusi percepatan agar operasional dapur bisa segera normal kembali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: