Jangan Salah, Ternyata Kopi Juga Bisa Membuat Obesitas Orang yang Meminumnya

Jangan Salah, Ternyata Kopi Juga Bisa Membuat Obesitas Orang yang Meminumnya

Jangan Salah, Ternyata Kopi Juga Bisa Membuat Obesitas Orang yang Meminumnya--

RADARUTARA.ID- Kopi telah menjadi minuman favorit di seluruh dunia. 

Sifatnya yang merangsang dan rasa yang khas menjadikannya pendamping setia banyak orang dalam memulai hari mereka.

Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah kebiasaan minum kopi bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Jawabannya tidaklah sederhana, karena pengaruh kopi pada tubuh setiap individu dapat bervariasi.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah apa yang kita tambahkan ke dalam kopi. 

Minum kopi dengan gula, sirup, atau krimer berkalori tinggi dapat meningkatkan asupan kalori harian kita.

Misalnya, minuman seperti latte atau frappuccino dari kedai kopi populer sering mengandung gula melebihi batas harian yang direkomendasikan oleh American Heart Association.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa minum kopi yang mengandung kafein enam jam sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur kita. 

Gangguan tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan karena dapat meningkatkan hormon kelaparan (ghrelin), retensi garam, dan peradangan yang terkait dengan kurang tidur.

Selain faktor gula dan tidur, kafein dalam kopi juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan hasrat untuk makan makanan tinggi gula dan lemak, berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan.

Namun, penting untuk diingat bahwa kafein itu sendiri tidak mengandung kalori. 

Jadi, jika Anda ingin menikmati kopi tanpa risiko penambahan berat badan, kopi hitam murni adalah pilihan terbaik.

Alternatif lainnya adalah memilih aditif rendah kalori dan pemanis alami, seperti susu rendah lemak, susu nabati, atau tambahan madu untuk memberikan rasa manis pada kopi tanpa penambahan kalori yang signifikan.

Jika Anda ingin variasi, cobalah menambahkan rempah-rempah seperti kayu manis, pala, atau ekstrak seperti vanila, peppermint, atau raspberry. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: