BPJS Buka Suara Mengenai Video Viral Nakes yang Rendahkan Pasien BPJS

BPJS Buka Suara Mengenai Video Viral Nakes yang Rendahkan Pasien BPJS

BPJS Buka Suara Tentang Video Viral Nakes yang Rendahkan Pasien BPJS--

RADARUTARA.ID - Tiga orang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Lambunu 2 Sulawesi Tengah menyampaikan permintaan maaf kepada segala pihak yang terkait usai videonya merendahkan pasien BPJS viral di media sosial. 

Pengunggah utama turut minta maaf karena video itu diunggah pada akun pribadinya.

"Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya," ucap nakes pemilik akun. 

Selanjutnya video permintaan maaf itu diunggah di akun TikTok @rintobelike2. Ketiganya berbaris didampingi perwakilan dari Puskesmas Lambunu 2.

"Kami staf Puskesmas Lambunu 2 memohon maaf sebesar-besarnya kepada Kementrian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan seluruh Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan teman sejawat tenaga kesehatan seluruh Indonesia. Khususnya Dinas Kesehatan Parigi Moutong, BPJS Kesehatan Parigi Moutong dan seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan video kami, yang sebenarnya pelayanan di Puskesmas Lambunu 2 tidak membeda-bedakan pasien umum dan pasien BPJS. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan video kami," ucap mereka. 

BACA JUGA:Viral Tiga Nakes Puskesmas Lambunu 2 Sulteng Rendahkan Pasien BPJS Tuai Kritikan

Pihak BPJS buka suara mengenai video yang menjadi sorotan publik itu. Menurut Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Agustian Fardianto, pihaknya selalu menyamaratkan setiap pasien dan tidak pernah membeda-bedakan pasien umum dan pasien BPJS.

"Pelayanan kesehatan setara atau tanpa diskriminasi merupakan salah satu komitmen kami," tutur Agustian.

Agustian juga sangat menyayangkan tentang konten yang merendahkan pasien BPJS itu.

"Tentu kami menyayangkan sadanya konten tersebut. Memberikan pelayanan kesehatan yang setara/tanpa diskriminasi kepada pasien JKN adalah salah satu komitmen kami. Dan komitmen tersebut betul-betul kami tegaskan saat bekerja sama dengan suatu fasilitas kesehatan," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ardi itu mengatakan bahwa manajemen fasilitas kesehatan sudah dihubungi untuk menindaklanjuti video yang beredar agar nakes senantiasa menjaga kode etik profesinya.

"Kami juga mengharapkan dukungan dari pemerintah, manajemen fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk ikut mengimbau para tenaga kesehatan agar mengedepankan etika profesinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien JKN," jelasnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: