Pondasi Jembatan Pagardin Turun 2 Meter, Kendaraan Dilarang Melintas

Pondasi Jembatan Pagardin Turun 2 Meter, Kendaraan Dilarang Melintas

Jembatan gantung Desa Pagardin pondasinya ambles 2 meter dan nyaris putus--

ULOK KUPAI RU.ID - Setelah sebelumnya tanah di sisi pondasi jembatan gantung Desa Pagardin ambrol. Senin (19/9) sekitar pukul 16.47 WIB sore ini, pondasi jembatan gantung Pagardin, Kecamatan Ulok Kupai bergeser atau ambles sedalam 2 meter.  Terang saja hal ini membuat jembatan gantung Desa Pagardin nyaris putus total.

Melihat amblesnya pondasi jembatan gantung Pagardin, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan tripika Kecamatan Ulok Kupai memutuskan untuk menghentikan total aktivitas kendaraan baik dari arah Desa Pagardin maupun sebaliknya. Tindakan ini terpaksa ditempuh untuk menghindari timbulnya korban jiwa. 

Tokoh masyarakat Kecamatan Ulok Kupai, Mulyadi, mengatakan, kerusakan yang terjadi pada konstruksi jembatan gantung di Desa Pagardin semakin parah. 

"Bangunan pondasi jembatan terus bergerak dan bergeser. Hingga sore ini kerenggangan yang terjadi antara tanah bibir jembatan dengan pondasi jaraknya sudah 2 meter, turun ke sungai," ungkapnya.

BACA JUGA:Polisi Gali Keterangan Bendahara Komite SMAN 7 Bengkulu Utara

BACA JUGA:Jembatan Gantung Desa Gembung Putus, Warga Dusun 3 Terisolir

Mulyadi khawatir, jika hujan turun dengan intensitas sedang saja, bisa jadi pondasi jembatan akan benar-benar amblas dan jembatan gantung Desa Pagardin benar-benar putus.

"Mungkin jika sempat hujan sedikit saja. Pondasi jembatan ini akan semakin cepat lagi turunnya. Karena dalam kondisi normal saja pondasi terus bergerak ke bawah," imbuhnya.

Menurutnya, upaya untuk mencari akses jalan alternatif harus segera dilakukan bersama-sama untuk mengantisipasi sewaktu-waktu akses jembatan gantung itu putus total. 

"Rencananya besok masyaralat akan gotong royong membuat rakit berbahan drum sebagai alat transportasi alternatif. Akses alternatif harus segera kita pikirkan. Karena jika sampai akses jembatan ini putus. Maka kegiatan masyarakat di Desa Pagardin akan lumpuh total," tegasnya.

Di sisi lain Kepala Desa Pagardin, Eko Pastrio, SH, membenarkan pondasi jembatan gantung di desanya terus ambles ke sungai.

BACA JUGA:Polsek Padang Jaya Amankan Puluhan Botol Miras dan Tuak

"Untuk kondisi sekarang jembatan sudah tidak mungkin lagi dilewati kendaraan. Seluruh aktivitas kendaraan mulai sore ini telah kita hentikan total untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Kades berharap, pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dan Pemprov Bengkulu segera tanggap atas kerusakan akses utama di Desa Pagardin ini. 

Sumber: