Tak Kunjung Diperbaiki, Pondasi Jembatan Lembah Duri Kian Ambles

Tak Kunjung Diperbaiki, Pondasi Jembatan Lembah Duri Kian Ambles

Pondasi jembatan di Dusun Lembah Duri yang ambles--

PINANG RAYA RU.ID - Pergeseran pondasi penahan lantai jembatan di Dusun Lembah Duri, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya kian parah.

Pergeseran yang disertai keretakan pada tanah bibir jembatan itu membuat letak bangunan pondasi yang berfungsi sebagai penahan lantai jembatan semakin turun ke sungai hingga mencapai 30 Cm. Dikhawatirkan, amblesnya pondasi di bibir jembatan membuat kekuatan konstruksi jembatan semakin berkurang dan mengakibatkan putusnya jembatan.

Kepada RadarUtara.ID, Kadun Lembah Duri, Ridexen, mengungkapkan, amblesnya pondasi jembatan diketahui sejak dua hari lalu. Hal ini ditandai dengan retakan pada tanah atau aspal yang berada di bibir jembatan semakin meluas dan membuat posisi lantai jembatan semakin turun ke sungai. 

Tidak diketahui pasti penyebabnya, kata Kadun, pergeseran pondasi jembatan sudah terjadi sejak lama. Namun kini semakin parah dan mengkhawatirkan.

"Sekarang pondasi penahan lantai yang ada di bibir jembatan semakin turun ke sungai. Retakan tanah yang terjadi di sekitar bibir jembatan juga semakin meluas. Dan ini mungkin akan terus terjadi," ungkapnya.

Sejak pergeseran pondasi jembatan diketahui, menurutnya intensitas kendaraan masyarakat yang melintas di atas jembatan penghubung antar kecamatan ini tidak ada yang berubah. Seluruh angkutan baik dalam kondisi tidak bermuatan maupun yang sedang dalam kondisi bermuatan tetap nekat melintas seperti biasa. 

"Dari kerusakan awal dulu kita pernah dihimbau tidak boleh lebih 8 ton. Tapi sekarang jangankan angkutan yang memiliki muatan 8 ton, kendaran yang dalam kondisi kosong saja kami khawatir," pungkasnya.

Kendati demikian, Kadun tak bisa melarang kendaraan masyarakat untuk tetap melintasi jembatan. Ini lantaran tidak ada akses alternatif lain yang bisa digunakan untuk menyiasati kerusakan jembatan utama. 

"Gimana mau melarang kendaraan yang lewat. Kita tidak punya akses jembatan alternatif. Hanya jembatan inilah satu-satunya yang ada. Sekarang masyarakat harus waspada dan hati-hati. Karena sewaktu-waktu pondasi penahan lantai jembatan bisa terputus dan menelan korban," tandasnya.

Lebih jauh Kadun, mengatakan, kerusakan akses jembatan di Lembah Duri ini sudah pernah diusulkan. Bahkan, sudah sempat ditinjau oleh tim teknis dari dinas di Pemprov Bengkulu untuk rencana pembangunan yang dijanjikan pada 2023 mendatang. 

"Janji mereka 2023 nanti mau dibangun. Harapan kami itu bisa direalisasikan. Karena dengan kondisi kerusakan yang semakin parah, kita tidak bisa menjamin apakah bangunan jembatan yang ada sekarang masih mampu untuk bertahan sampai tahun 2023 nanti. Dan semoga dibangun permanen," pintanya. *

Sumber: