Jangan Remehkan Darah Rendah

Jangan Remehkan Darah Rendah

DI tengah kesibukan, seseorang kerap mengindahkan kesehatannya. Apalagi bila masalah kesehatan belum berlarut menjadi parah. Salah satunya adalah hipotensi atau tekanan darah rendah.

Menurut spesialis penyakit dalam dr Gunawan Widodo SpPD, sebagian besar penderita hipotensi memang meremehkan kondisinya. Itulah yang membuat sebagian besar penderita hipotensi baru datang saat sudah pingsan.
Padahal, sambungnya, bila tekanan darah rendah dibawah 90/60 mmHg, dan sampai membuat seseorang sering pingsan. Artinya memerlukan penanganan lebih lanjut. ”Apalagi kalau denyut nadinya sudah 60 sampai 70 kali per menitnya,’’ katanya.
Penderita hipotensi memang jauh lebih sedikit dibandingkan hipertensi. Namun sekali terdiagnosa, biasanya seseorang pingsan dan masuk IGD. Setelah diobservasi ternyata memiliki riwayat hipotensi. Bahkan sebagian besar juga disertai gangguan tubuh lain. Misalnya seperti dehidrasi atau diare. ’’Pendarahan juga bisa membuat seseorang jadi hipotensi,’’ ujarnya. Sesampainya di IGD, tenaga medis harus segera memberikan resusitasi pada pasien. Misalnya hipotensi dengan penyerta dehidrasi, akan diberikan infus. ’’Biasanya nunggu infuse habis dan kondisi stabil sudah bisa dipulangkan,’’ kata dia. (*/JPG)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: