Penyuluh Agama Dituntut Adaptif di Tengah Era Digital

Penyuluh Agama Dituntut Adaptif di Tengah Era Digital

Terlihat Kepala Kantor Kemenag Mukomuko saat memberikan arahan kepada penyuluh agama di Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko menekankan pentingnya kesiapan penyuluh agama dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tengah perkembangan era digital.

Kepala Kemenag Mukomuko, H. Widodo, SHI, MAP, mengatakan penyuluh agama tidak hanya dituntut mampu memberikan edukasi dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara humanis, mudah dipahami serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Di era digital seperti sekarang, penyuluh agama harus semakin siap menjalankan perannya sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan edukasi, bimbingan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," ujar Widodo.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan penyuluh untuk memperluas jangkauan dakwah. Penyuluh diharapkan tidak terpaku pada metode penyampaian secara konvensional, namun mulai mengembangkan pola komunikasi yang lebih efektif melalui berbagai platform digital.

"Di era digital, penyuluh agama dituntut terus memperluas wawasan dan mengembangkan metode dakwah yang efektif. Sehingga pesan keagamaan dapat diterima masyarakat dengan baik, penuh hikmah dan tidak menimbulkan jarak dengan masyarakat," jelasnya.

Widodo berharap para penyuluh terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat. Sebab, tantangan penyampaian informasi keagamaan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi di media digital.

Untuk itu, penyuluh diharapkan mampu menjadi sumber informasi keagamaan yang dapat dipercaya sekaligus hadir memberikan pencerahan ketika masyarakat menghadapi persoalan keagamaan di tengah derasnya informasi dari berbagai sumber.

"Kita ingin penyuluh benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memberikan pemahaman dan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: