Waspada Penyakit Ternak, Peternak Diminta Jangan Tunggu Sapi Parah

Selasa 06-10-2026,08:45 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai memperketat kewaspadaan terhadap ancaman penyakit pada ternak sapi. Dinas Pertanian meminta peternak tidak menunggu kondisi hewan memburuk untuk melapor, terutama jika ditemukan gejala tidak normal yang mengarah pada penyakit Jembrana maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan petugas kesehatan hewan yang tersebar melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Petugas diminta sigap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

Menurut Hari, deteksi dini menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah penyakit berkembang dan menyebar ke ternak lainnya. Sebab, peternak merupakan orang pertama yang dapat melihat perubahan perilaku maupun kondisi fisik hewan setiap hari.

“Kalau ada perubahan atau gejala yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas. Jangan menunggu sampai ternak sudah parah,” tegas Hari.

Ia memastikan persediaan vaksin untuk mendukung langkah pencegahan masih tersedia. Namun, vaksin bukan satu-satunya upaya yang harus dilakukan. Pengawasan rutin oleh peternak dan kecepatan menyampaikan informasi kepada petugas juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak.

BACA JUGA:Peternakan Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Begitu laporan diterima, petugas dapat turun melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi hewan sekaligus menentukan penanganan yang tepat. Langkah tersebut dapat berupa pengobatan, pemantauan lebih lanjut maupun vaksinasi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Hari menegaskan, kesehatan ternak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan peternak sangat menentukan karena sapi yang dipelihara berada dalam pengawasan langsung pemilik setiap hari.

“Stok vaksin masih ada. Kita tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi penyakit seperti Jembrana maupun PMK. Tetapi kami membutuhkan peran peternak untuk memberikan informasi secepatnya jika ada gejala,” jelasnya.

Dinas Pertanian juga mengingatkan peternak agar tidak mengabaikan perubahan kecil pada kondisi ternaknya. Nafsu makan menurun, perubahan perilaku atau kondisi fisik yang berbeda dari biasanya perlu menjadi perhatian dan segera dikonsultasikan kepada petugas.

Langkah cepat dinilai penting karena ternak sapi bukan sekadar hewan peliharaan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan aset ekonomi. Jika penyakit terlambat diketahui, kerugian yang ditanggung peternak berpotensi semakin besar.

BACA JUGA:Peternakan Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Pemkab Mukomuko memastikan pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan. Petugas Puskeswan disiapkan untuk menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan risiko penyebaran penyakit ternak.

“Kami minta peternak jangan ragu menghubungi petugas. Jangan tunggu sakitnya parah. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula tindakan bisa dilakukan,” pungkasnya.

Kategori :