Sebagai pasien yang rutin menjalani perawatan, Lesi juga menepis anggapan yang selama ini beredar di masyarakat mengenai adanya perbedaan pelayanan antara pasien JKN dan pasien umum dari pengalaman pribadinya.
Ia tidak merasakan ataupun melihat perbedaan pelayanan antara pasien JKN maupun pasien umum.
BACA JUGA:Amankan Hak Warga Miskin, Puskesmas Minta Desa Validasi Data JKN PBI
“Kalau dari pengalaman saya tidak ada perbedaan semua sama, karena itu saya pernah melihat sendiri, tidak ada perbedaan ambil antrian sama, pelayanan sama,tidak dibeda-bedakan sama sekali, semuanya sama” sambungnya.
Hampir dua tahun menjadi peserta JKN, Lesi mengaku sangat merasakan manfaat program ini dalam menopang perjalanan pengobatannya melawan penyakit kanker yang dideritanya, ditengah perannya sebagai orang tua Tunggal bagi anak-anaknya.
Ia menilai kehadiran JKN sangat membantu meringankan beban yang seharusnya ia tanggung sendiri.
“Kesan saya sangat bermanfaat terutama saya menggunakan jkn sudah lama, hampir dua tahun saya gunakan sangat bermanfaat, sangat berguna dan sangat membantu,” ungkapnya.
Kemudahan akses dan bebas biaya yang dirasakan oleh Lesi sejalan dengan komitmen BPJS Kesehatan dalam menjamin Kesehatan yang merata bagi seluruh peserta, tidak terbatas pada wilayah domisili saja.
BACA JUGA:Amankan Hak Warga Miskin, Puskesmas Minta Desa Validasi Data JKN PBI
Peserta JKN asal Kepahiang Lesi tetap dapat mengakses layanan rujukan di RSUD M.Yunus Bengkulu tanpa hambatan berarti, khususnya bagi pasien dengan penyakit berat seperti kanker yang membutuhkan penanganan medis berkelanjutan dan berbiaya yang tinggi.
Lesi berharap pihak Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan yang ada saat ini agar semakin baik kedepannya.
“Harapan saya pelayanannya terus ditingkatkan, kalau untuk saat ini sudah bagus tapi lebih ditingkatkan lagi agar tambah bagus lagi,” pungkasnya.