Kopi Bengkulu Menembus Batas

Senin 28-09-2026,22:36 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

Keberhasilan ekspor kopi Bengkulu tidak lepas dari peran PT Alko Sumatra Kopi sebagai eksportir.

BACA JUGA:Terapkan Pola Kemitraan, Ekspor Kopi Bengkulu Ditargetkan Berkelanjutan

Perusahaan ini menerapkan pola kemitraan dengan Kelompok Tani (Poktan) untuk memastikan pasokan kopi memenuhi standar ketat yang diberlakukan pasar Eropa.

Direktur PT Alko Sumatra Kopi, Suryono menjelaskan, ekspor perdana kopi Bengkulu dari Kabupaten Kepahiang ini merupakan hasil suplai dari empat Poktan yang bermitra dengannya.

"Kita menerapkan pola kemitraan dalam memenuhi suplai ini. Apalagi dalam melakukan ekspor, standar yang diberlakukan sangat ketat dan diawali sejak proses pengumpulan komoditas kopi," ungkap Suryono.

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah memastikan kopi tidak berasal dari kawasan hutan. Jika terindikasi berasal dari sana, kopi akan otomatis ditolak oleh pembeli.

BACA JUGA:Kopi Bengkulu Tembus Pasar Italia, Ekspor Perdana Senilai Rp1,24 M

"Sehingga dengan sistem atau pola kemitraan bersama Poktan melalui koperasi, standar ekspor tersebut bisa dipenuhi. Sejauh ini baru empat Poktan yang bermitra dengan kita untuk menyuplai komoditas," jelas Suryono.

Suryono juga menegaskan bahwa proses ekspor bukanlah hal instan. Persiapan dilakukan selama tiga bulan, mulai dari pembelian bahan mentah, pengolahan hingga menjadi grade 1 yang siap ekspor, hingga pengurusan Certificate of Origin (ECO) sebagai dokumen wajib eksportir.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menyatakan, ekspor kopi Bengkulu memiliki arti strategis bagi perekonomian daerah.

"Pertama, secara harga, ekspor harusnya lebih baik dibanding domestik, meskipun ada permintaan kualitas yang lebih tinggi. Mudah-mudahan kesejahteraan petani bisa meningkat," tegas Wahyu.

BACA JUGA:Terapkan Pola Kemitraan, Ekspor Kopi Bengkulu Ditargetkan Berkelanjutan

Wahyu juga menyoroti suplai kopi Bengkulu melebihi permintaan domestik, sehingga pasar ekspor menjadi solusi yang tepat. Ditambah lagi, kualitas kopi Bengkulu dinilai luar biasa dan memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

"Tapi tetap penting agar komoditas ini memiliki branding Bengkulu," tambahnya.

Wahyu memastikan jika BI terus mendorong ekspor demi menjaga stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi. Apalagi ekspor ini juga menghasilkan devisa yang diperlukan untuk impor dan stabilisasi nilai tukar. 

"Undang-undang baru mengamanatkan BI tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja," demikian Wahyu. 

Kategori :