Kopi Bengkulu Menembus Batas

Kopi Bengkulu Menembus Batas

Pi'isman saat menyedu kopi dalam pameran sebelum pelepasan ekspor perdana Kopi Bengkulu ke Italia di halaman Kantor Bupati Kepahiang-Doni Aftarizal-

Cerita Dibalik Ekspor 19,2 Ton Biji Robusta ke Italia

BENGKULU, RADARUTAR.ID - Kopi Bengkulu jenis Robusta akhirnya menempuh perjalanan ribuan kilometer, menembus batas benua, dan mendarat di Italia. Salah satu negara di dunia yang dikenal memiliki budaya kopi.

Ekspor perdana itu menjadi tonggak sejarah bagi Provinsi Bengkulu, sebanyak 19,2 ton kopi Robusta dengan nilai sekitar Rp1,24 miliar telah resmi diberangkatkan ke Negeri Pizza. 

Angka tersebut tentunya bukan sekadar statistik, sebaliknya sebuah cerminan kerja keras petani, pelaku UMKM dan sinergi berbagai pihak yang ingin membawa kopi Bengkulu ke panggung global.

Di balik angka ekspor yang membanggakan, ada cerita tentang harapan, tantangan dan mimpi para petani sekaligus pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus bercita-cita ingin naik kelas.

BACA JUGA:Terapkan Pola Kemitraan, Ekspor Kopi Bengkulu Ditargetkan Berkelanjutan

Pelaku UMKM Kopi Sengkuang 76, Pi'isman berharap dapat merasakan langsung dampak positif, seiring dengan terbukanya pasar ekspor.

Karena langkah itu dapat membuka peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan omzet, begitupun memperluas pasar.

"Ekspor ini memberikan peluang bagi kami pelaku UMKM dan petani untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi, tentunya dibandingkan hanya memasok pasar lokal," ujar Pi'isman.

Namun, lanjut Pi'isman, yang terpenting setelah fasilitasi ekspor perdana yang dimotori Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu , UMKM kini dapat terhubung langsung dengan pembeli dari luar negeri. 

"Akses ini sebelumnya terasa mustahil bagi kami para pelaku usaha kecil. Sekarang kami memiliki mimpi yang lebih besar. Dulu hanya jual di pasar lokal, sekarang bisa tembus pasar global," kata Pi'isman.

BACA JUGA:Kopi Bengkulu Tembus Pasar Italia, Ekspor Perdana Senilai Rp1,24 M

Meski peluang semakin terbuka, Pi'isman tidak menampik jika ekspor juga membawa tantangan tersendiri.

Kapasitas produksi UMKM dan standar mutu yang harus dipenuhi menjadi dua hal yang kerap menjadi kendala.

"Standar ekspor itu tidak main-main. Kami harus benar-benar menjaga kualitas, mulai dari panen, proses pascapanen, sampai pengemasan," ungkap Pi'isman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: