RADARUTARA.ID - Pembangunan Jembatan Air Mumbang yang berada di Desa Karya Jaya, Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), Kabupaten Bengkulu Utara, resmi memasuki tahap awal.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan titik nol pembangunan yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026.
Titik nol tersebut dilaksanakan pihak kontraktor bersama Pemerintah Desa Karya Jaya dan jajaran Pemerintah Kecamatan Marga Sakti Sebelat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pekerjaan pembangunan akses jembatan baru yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Kades Karya Jaya, Waskito, mengatakan pembangunan Jembatan Air Mumbang dilaksanakan berdasarkan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran (TA) 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Kebut Perluasan Lahan, Jembatan Air Mumbang Harus Terlaksana
Mengingat kebutuhan anggaran untuk membangun konstruksi jembatan permanen cukup besar, pembangunan tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran.
“Untuk pembangunan Jembatan Air Mumbang ini dilaksanakan secara bertahap, yakni melalui dua kali penganggaran. Tahap awal dilaksanakan pada tahun 2026 dan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2027,” ujar Waskito.
Ia menjelaskan, skema penganggaran bertahap tersebut tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah, sementara kebutuhan biaya pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Di sisi lain, Kades memastikan proses pembangunan jembatan baru tidak akan mengganggu aktivitas maupun mobilitas masyarakat yang selama ini menggunakan akses tersebut.
Pasalnya, posisi jembatan baru yang dibangun berada sedikit bergeser di samping jembatan lama.
Dengan demikian, jembatan lama tetap dapat digunakan selama proses pembangunan berlangsung dan tidak perlu dilakukan pembongkaran.
BACA JUGA:Kebut Perluasan Lahan, Jembatan Air Mumbang Harus Terlaksana
“Posisi jembatan baru ini sedikit bergeser dari jembatan lama. Jadi selama proses pembangunan berlangsung, mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan karena jembatan lama tidak dibongkar,” jelasnya.