MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Masyarakat Kabupaten Mukomuko yang berencana menunaikan ibadah umrah diminta lebih cermat dan tidak terburu-buru memilih biro perjalanan atau travel umrah. Calon jemaah diingatkan agar tidak mudah tergiur tawaran biaya murah maupun janji keberangkatan dalam waktu singkat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Mukomuko, H. Darmanto, SHI, MH, mengatakan kehati-hatian sangat penting karena persoalan travel umrah masih menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai calon jemaah. Tawaran paket dengan harga jauh di bawah kewajaran terkadang membuat masyarakat tergiur tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas dan kredibilitas penyelenggara.
Menurut Darmanto, calon jemaah jangan hanya melihat murahnya biaya perjalanan. Hal yang lebih penting adalah memastikan travel yang dipilih benar-benar memiliki izin resmi dan mampu memberikan kepastian pelayanan, mulai dari keberangkatan, penerbangan, akomodasi, transportasi hingga kepulangan jemaah.
“Jangan mudah tergiur harga murah dan jangan percaya begitu saja dengan janji cepat berangkat. Calon jemaah harus memastikan travel tersebut resmi dan memiliki izin,” tegas Darmanto.
Ia mengingatkan, keputusan memilih travel umrah menyangkut uang yang tidak sedikit sekaligus harapan masyarakat untuk dapat beribadah ke Tanah Suci. Karena itu, calon jemaah perlu melakukan pengecekan sebelum menyerahkan uang atau mendaftar.
Terlebih, menurutnya, sudah ada masyarakat yang akhirnya gagal berangkat setelah tertarik dengan penawaran murah. Uang telah disetorkan, namun keberangkatan tidak kunjung terealisasi sehingga calon jemaah mengalami kerugian dan kekecewaan.
Darmanto meminta masyarakat tidak sungkan bertanya dan melakukan pengecekan kepada pihak terkait apabila menemukan tawaran travel yang mencurigakan. Jangan sampai keinginan beribadah justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan.
“Lebih baik memastikan semuanya sejak awal daripada menyesal kemudian. Jangan sampai karena tergiur harga murah, akhirnya keberangkatan tidak jelas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau calon jemaah untuk tidak mudah menyerahkan pembayaran penuh apabila informasi mengenai travel, program perjalanan dan kepastian keberangkatan belum jelas. Semua informasi sebaiknya dipastikan secara terbuka sebelum mengambil keputusan.
Menurut Darmanto, kewaspadaan calon jemaah menjadi bagian penting untuk mencegah terulangnya kasus penipuan berkedok perjalanan umrah.
"Masyarakat diharapkan memilih penyelenggara yang legal, transparan dan memberikan kepastian pelayanan kepada jemaah," pungkasnya.