Terduga Pelaku Diamankan, Pembunuhan Dilatarbelakangi Sakit Hati

Rabu 16-09-2026,07:30 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Satuan Reskrim Polresta Bengkulu saat ini telah mengamankan seorang pria berinisial RP, yang diduga sebagai pelaku dugaan pembunuhan terhadap Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai Kota Bengkulu, Indo Melvi Yunadatia, 24 tahun.

Terduga pelaku (RP, red) ini diketahui merupakan rekan kerja korban (Melvi, red), yang bertugas sebagai security di SPPG Padang Serai tersebut.

Berdasarkan informasi dan video yang beredar di sejumlah akun media sosial, terduga pelaku tega menghabisi nyawa korban dilatarbelakangi karena sakit hati.

Lantaran korban kerap membully fisik terduga pelaku, dengan ejekan hitam (mengarah pada warna kulit). Menurut terduga pelaku, ejekan tersebut sudah kerap dilontarkan korban sejak SMP hingga tempat kerja dan terkadang dihadapan orang banyak.

BACA JUGA:Sempat Hilang, Relawan MBG di SPPG Padang Serai Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Sempat Alami Kekerasan

Dari sakit hati akibat ejekan itulah, akhirnya terduga pelaku tega menghabisi nyawa korban yang jasadnya dibuang ke sungai, lantaran tidak tahu harus dibuang kemana.

Sementara itu, kronologis yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Sebelum peristiwa dugaan pembunuhan terjadi, korban sempat terlebih dahulu membantu terduga pelaku.

Sekira pukul 02.00 WIB dini hari itu, korban berniat pergi bekerja ke SPPG Padang Serai dari desanya di Riak Siabun Kabupaten Seluma.

Dalam perjalanan dan ketika hampir tiba di SPPG, korban berpapasan dengan terduga pelaku yang hendak pulang ke rumahnya, yang tidak jauh dari SPPG.

Saat itu motor terduga pelaku mogok, dan tanpa menaruh rasa curiga, korban pun berhenti dan membantu terduga pelaku. Waktu itu terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk berganti pakaian dan kembali lagi ke SPPG.

BACA JUGA:Sempat Hilang, Relawan MBG di SPPG Padang Serai Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Sempat Alami Kekerasan

Korban mengantar hingga ke rumah terduga pelaku. Setelah terduga pelaku berganti pakaian, keduanya sama-sama hendak pergi ke SPPG.

Dalam perjalanan kembali ke SPPG itulah, terduga pelaku yang duduk di belakang, langsung membekap mulut dan hidung korban. Sehingga motor yang dikendarai korban terjatuh.

Setelah terjatuh, terduga pelaku kembali membekap mulut dan hidung korban, hingga korban tak lagi bergerak. Selanjutnya terduga pelaku langsung mengendong korban, dan dibawa ke sungai.

Setiba di sungai, terduga pelaku terlebih dahulu memasukkan batu dalam baju korban, dengan maksud agar jasad korban tidak mengapung. Motor korban pun disembunyikan dan ditutupi dengan semak-semak untuk menghilangkan jejak.

Kategori :