Program 2026, Jalan Lembah Duri-Marga Bakti dan Jembatan Belly, Belum Terealisasi?

Selasa 15-09-2026,08:30 WIB
Reporter : Sigit Haryanto
Editor : Ependi Harian

RADARUTARA.ID - Rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang sebelumnya masuk dalam skala prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu di wilayah Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Dua kegiatan yang sebelumnya disebut telah masuk dalam rencana pembangunan dan sudah diplot anggarannya pada Tahun Anggaran (TA) 2026 tersebut.

Masing-masing pembangunan lanjutan jalan provinsi dari Dusun Lembah Duri, Desa Air Sebayur menuju Desa Marga Bakti serta pembangunan Jembatan Belly di Dusun Lembah Duri, Desa Air Sebayur.

Namun memasuki penghujung TA 2026, kedua kegiatan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan direalisasikan di lapangan.Kondisi ini tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat. 

Sebab, sebelumnya Pemprov Bengkulu telah menyampaikan adanya pengalokasian anggaran untuk pembangunan sejumlah infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi di wilayah Kecamatan Pinang Raya.

Ironisnya, bukan hanya pembangunan yang belum terlihat, kondisi Jembatan Belly di Dusun Lembah Duri justru dilaporkan kembali mengalami kerusakan yang semakin parah.

Padahal, keberadaan jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Camat Pinang Raya, Suharno, S.Pd, mengaku belum mengetahui secara pasti kendala yang menyebabkan dua kegiatan infrastruktur yang sebelumnya telah direncanakan Pemprov Bengkulu tersebut belum juga direalisasikan.

“Saya tidak mengetahui persis apa kendalanya. Sebelumnya memang sudah diinformasikan dan diplot anggaran untuk pembangunan lanjutan jalan dari Lembah Duri menuju Marga Bakti serta jembatan di Lembah Duri. 

Tetapi sampai sekarang belum ada yang dikerjakan,” ungkap Suharno.Menurutnya, masyarakat sebenarnya telah menaruh harapan besar terhadap realisasi kedua program tersebut. 

Terlebih, persoalan jalan dan jembatan tersebut bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi menyangkut akses dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Lebih jauh, Suharno mengungkapkan kondisi Jembatan Belly di Dusun Lembah Duri saat ini kembali mengalami kerusakan.

Perbaikan terhadap jembatan tersebut, kata dia, memang sudah beberapa kali dilakukan. 

Namun, upaya perbaikan yang bersifat sementara maupun secara swadaya dinilai tidak mampu menjadi solusi jangka panjang.

Pasalnya, kondisi konstruksi jembatan disebut sudah mengalami kerusakan cukup berat. 

Kategori :