BENGKULU, RADARUTARA.ID - Kemah Pramuka Madrasah Daerah (KPMD) Tingkat Provinsi Bengkulu pada tahun ini, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Ini setelah para peserta dalam KPMD tersebut, para generasi muda dibekali ilmu dan keterampilan tanggap bencana dengan simulasi kebakaran, dan emergency drill.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Hamdani, M.Pd mengatakan, anak Pramuka khususnya tingkat madrasah, tidak cukup dengna pintar mendirikan tenda atau membaca sandi morse saja.
"Mereka juga diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam situasi krisis dan kritis, salah satunya tanggap darurat," ungkap Hamdani.
BACA JUGA:Kemenag Mukomuko: Kemah Pramuka Madrasah 2026 Jadikan Ajang Tempa Diri
Menurut Hamdani, membekali anak-anak Pramuka KPMD untuk tanggap darurat, tentunya tidak sebatas teori semata. Tetapi juga diberikan praktiknya.
"Tadi peserta melakukan tanggap darurat ketika terjadi bencana kebakaran. Dalam simulasinya, bagaimana para peserta bisa turut berperan dalam memadamkan api, mengaevakuasi korban dan lainnya," jelas Hamdani.
Dilanjutkan Hamdani, kegiatan ini merupakan manifestasi dari pendidikan karakter yang utuh. Karena menjadi pramuka di era modern, berarti harus siap menghadapi segala kemungkinan.
"Pramuka itu bukan hanya tentang kegiatan di lapangan yang serba ceria, tetapi juga bagaimana anak-anak kita memiliki keterampilan yang bisa mereka gunakan ketika menghadapi situasi nyata seperti bencana," kata Hamdani.
Hamdani menambahkan, sehingga mereka harus mengenal apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, bencana alam, maupun kondisi darurat lainnya yang membutuhkan pertolongan pertama.
BACA JUGA:Lepas Peserta Hiking Kemah Bakti, Wabup Sumarno Tekankan Pentingnya Pramuka Bentuk Karakter
"Tentun ini bekal hidup yang tak ternilai harganya. Pengalaman belajar secara langsung melalui simulasi, kita yakini memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar teori," tambah Hamdani.
Lebih lanjut Hamdani mengemukakan, melalui teori dibarengi dengan praktik simulasi ini, peserta diharapkan tidak hanya paham prosedur semata.
"Tetapi juga membangun kemampuan motorik dan kerjasama tim yang solid. Kemudian mereka juga dapat belajar ketika menghadapi sebuah kebencanaan," demikian Hamdani.