ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara akan mengevaluasi hasil pengumpulan dana Program Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) pada akhir bulan ini.
Rencana tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati Bengkulu Utara, H. Sumarno, S.Pd, di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).
Program yang telah berjalan kurang lebih selama 1,5 bulan ini, merupakan inovasi pemerintah daerah untuk menghimpun dana sosial dari para Aparatur Sipil Negara (ASN), perbankan, hingga pelaku usaha di Kabupaten Bengkulu Utara.
Pengumpulan donasi dilakukan melalui transfer ke rekening khusus menggunakan barcode atau kotak sedekah yang ditempatkan di masing-masing instansi dan kantor.
BACA JUGA:Gotong Royong Bantu Sesama, Seluruh Desa Diajak Sukseskan Program Berseri
"Program berseri Bengkulu Utara ini sudah berjalan 1,5 bulan.
Rencananya akhir bulan ini akan kami evaluasi seberapa banyak dana yang terkumpul," ujar Wabup BU, H Sumarno.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Pemkab Bengkulu Utara itu menjelaskan bahwa dana yang terkumpul nantinya akan difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya program bedah rumah tidak layak huni bagi warga lanjut usia dan kelompok rentan.
Nilai bantuan yang disiapkan mencapai Rp50 juta per unit, jauh lebih besar dibandingkan anggaran APBD/APBN yang rata-rata hanya Rp20 juta.
"Program ini merupakan inovasi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat melalui dana sedekah para ASN, perbankan dan pelaku usaha di Kabupaten Bengkulu Utara," tegasnya.
BACA JUGA:Dikelola Transparan dan Pengawasan Ketat, Lewat Berseri Bedah Rumah Dianggarkan Rp50 Juta Per Unit
H Sumarno menambahkan bahwa program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari target besar pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Bengkulu Utara yang zero rumah tidak layak huni pada tahun 2030 mendatang.
Pengelolaan dana dilakukan secara transparan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu Utara dan diawasi langsung oleh wakil bupati.
"Dengan evaluasi akhir bulan ini, kami berharap gerakan Berseri dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi program sosial berbasis gotong royong yang berkelanjutan," pungkas H Sumarno.