Kemarau Picu Lonjakan Risiko Penyakit, Warga Mukomuko Diminta Waspada

Senin 03-08-2026,09:45 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Musim kemarau yang sedang berlangsung di Kabupaten Mukomuko bukan hanya membawa dampak kekeringan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Mukomuko mengingatkan warga agar tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang rentan muncul pada kondisi cuaca panas dan kering.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSI, menegaskan bahwa demam berdarah dengue (DBD) tetap menjadi ancaman serius meskipun identik dengan musim hujan. Pada musim kemarau, potensi penyebaran penyakit ini tetap ada karena nyamuk dewasa terus berkembang biak di tempat-tempat penampungan air yang tidak terkelola dengan baik.

“Banyak yang mengira demam berdarah hanya terjadi saat musim hujan. Padahal di musim kemarau, risiko tetap ada karena nyamuk masih bisa berkembang, terutama di genangan air bersih yang tidak diperhatikan,” tegasnya.

Selain DBD, sejumlah penyakit lain juga berpotensi meningkat selama musim kemarau. Di antaranya dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu oleh debu dan kualitas udara yang menurun, serta penyakit kulit akibat kebersihan yang tidak terjaga.

BACA JUGA:Musim Kemarau Picu Debu Jalanan, Warga Diminta Wajib Pakai Masker

Tak hanya itu, penyakit seperti diare dan tifus juga perlu diwaspadai. Kondisi cuaca panas dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan minuman, sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan jika pola konsumsi tidak dijaga dengan baik.

Jajat menjelaskan, peningkatan kasus penyakit di musim kemarau umumnya dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat.

"Aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang cukup, konsumsi air yang kurang, serta sanitasi lingkungan yang tidak optimal menjadi faktor utama pemicu," katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan langkah pencegahan secara mandiri. Mulai dari memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, menjaga kebersihan lingkungan dengan menguras dan menutup tempat penampungan air, hingga menggunakan pelindung seperti masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan debu.

Selain itu, warga juga diminta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi dan istirahat yang cukup. Jika mengalami gejala penyakit seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, atau gangguan pencernaan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA:Musim Kemarau Picu Debu Jalanan, Warga Diminta Wajib Pakai Masker

“Kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan menunggu sakit baru bertindak. Pencegahan jauh lebih penting agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau,” pungkasnya.

Kategori :