MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kantor Kementerian Agama (Kankemenhaj) Kabupaten Mukomuko menggelar sharing session haji dan umrah bersama para pembimbing ibadah bersertifikat se-Kabupaten Mukomuko. Kegiatan ini menjadi langkah konsolidasi untuk memperkuat peran pembimbing dalam memastikan kualitas pelayanan jemaah berjalan sesuai standar.
Kepala Kankemenhaj Mukomuko, H. Darmanto, SH.I, MH, menegaskan bahwa pembimbing ibadah tidak sekadar menjalankan fungsi seremonial, tetapi memegang peran strategis yang langsung menentukan kualitas pelaksanaan ibadah jemaah di lapangan.
Ia menekankan tiga peran utama yang harus dijalankan secara konsisten oleh setiap pembimbing, yakni edukasi, asistensi, dan advokasi. Ketiga peran ini tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan tanggung jawab.
“Pembimbing harus memastikan jemaah benar-benar memahami manasik, bukan sekadar mengikuti. Di sisi lain, pembimbing juga wajib hadir saat jemaah membutuhkan pendampingan, serta berani memperjuangkan hak jemaah ketika terjadi kendala selama operasional ibadah,” tegasnya.
BACA JUGA:Persiapan Haji 2027 Dimulai, Kankemenhaj Mukomuko Gandeng Dinkes dan Verifikasi 27 Jemaah
Menurutnya, lemahnya pemahaman manasik dan minimnya pendampingan di lapangan berpotensi menimbulkan masalah serius, mulai dari kesalahan pelaksanaan ibadah hingga kerentanan jemaah dalam situasi darurat. Karena itu, pembimbing dituntut tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kompetensi nyata dalam membina dan mengawal jemaah.
Sharing session ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan haji dan umrah sebelumnya. Sejumlah catatan disorot, terutama terkait kesiapan mental dan pemahaman teknis jemaah yang masih perlu ditingkatkan.
"Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas bimbingan yang diberikan sebelum keberangkatan maupun saat pelaksanaan di tanah suci," katanya.
Kankemenhaj Mukomuko menegaskan bahwa ke depan, penguatan kapasitas pembimbing akan menjadi prioritas. Standar pelayanan tidak hanya ditetapkan di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di lapangan.
"Yang jelas kami dan para pembimbing ibadah akan terus memperbaiki kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah di Kabupaten Mukomuko. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas bimbingan manasik, pendampingan yang responsif, serta perlindungan jemaah selama seluruh rangkaian ibadah," pungkasnya.