RADARUTARA.ID - Upaya mengaktifkan kembali operasional dapur mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Air Tenang, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan perkembangan.
Proses pencabutan sanksi suspend terhadap dapur mitra tersebut, kini telah resmi diusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui mekanisme yang berlaku.
Usulan pencabutan sanksi tersebut disampaikan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada BGN melalui surat resmi yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu.
Dalam surat tersebut turut dilampirkan laporan hasil evaluasi serta berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan oleh pengelola dapur mitra MBG Desa Air Tenang.
Perbaikan yang dilaksanakan diklaim telah mengacu pada standar operasional dan ketentuan yang ditetapkan oleh BGN.
BACA JUGA:Pencabutan Suspend Dapur MBG Air Tenang, SPPG Tunggu Tindaklanjut Hasil Audit BPKP
Mulai dari pembenahan sarana dan prasarana dapur, peningkatan sistem pengelolaan, hingga pemenuhan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Selain laporan hasil evaluasi, dalam berkas usulan tersebut juga dilampirkan surat permohonan pencabutan sanksi suspend yang diajukan oleh Yayasan Etika Sumber Harapan selaku pihak yang menaungi operasional dapur mitra MBG di Desa Air Tenang.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.Km, M.Si, membenarkan bahwa proses pengajuan pencabutan sanksi kini telah memasuki tahapan di tingkat BGN.
“Benar, upaya pencabutan suspend terhadap dapur mitra MBG di Desa Air Tenang sudah berproses. Pihak SPPG telah mengusulkan pencabutan sanksi tersebut kepada BGN melalui surat resmi beserta dokumen pendukung yang diperlukan,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, saat ini pihak yayasan maupun pengelola dapur masih menunggu tindak lanjut dari BGN atas usulan tersebut.
BACA JUGA:Pencabutan Suspend Dapur MBG Air Tenang, SPPG Tunggu Tindaklanjut Hasil Audit BPKP
Besar harapan mereka agar sanksi suspend dapat segera dicabut sehingga dapur MBG dapat kembali beroperasi, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Menurut Budi, kembalinya operasional dapur MBG menjadi harapan banyak pihak mengingat selama ini dapur tersebut melayani pemenuhan gizi bagi para siswa di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Napal Putih melalui Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintah.
“Kami berharap proses evaluasi di BGN dapat segera selesai sehingga dapur bisa kembali beroperasi pada saat tahun ajaran baru. Dengan demikian, pelayanan pemenuhan gizi kepada para siswa dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.