MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Harapan masyarakat untuk melihat lahirnya desa-desa baru di Kabupaten Mukomuko tampaknya masih harus tertunda. Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, peluang pemekaran desa belum dapat direalisasikan seiring kebijakan moratorium yang masih diberlakukan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Junaidi, SP, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum membuka ruang bagi daerah untuk mengajukan pemekaran desa baru.
“Kemendagri masih memberlakukan moratorium. Artinya, sejak 2023 hingga 2026 ini, tidak ada pemekaran desa yang bisa dilakukan,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, termasuk Mukomuko, yang sebenarnya telah memiliki sejumlah wilayah yang dinilai layak untuk dimekarkan. Bahkan, untuk tahun 2027 mendatang pun, peluang tersebut masih belum dapat dipastikan.
Namun demikian, semangat dan komitmen pemerintah daerah tidak surut. Jika celah kebijakan mulai terbuka, Pemkab Mukomuko telah menyiapkan langkah cepat untuk memperjuangkan satu wilayah prioritas, yakni Desa Lubuk Talang di Kecamatan Malin Deman.
“Jika nanti ada peluang, kami akan fokus memperjuangkan Trans Lapindo Lubuk Talang agar bisa menjadi desa definitif,” tegas Junaidi.
Upaya tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintah daerah bersama pihak terkait telah lama mengusulkan UPT Transmigrasi Lapindo di wilayah tersebut untuk ditingkatkan statusnya menjadi desa definitif. Berbagai persyaratan administratif pun telah dipenuhi secara lengkap, mulai dari jumlah penduduk, kondisi geografis, hingga potensi wilayah yang dimiliki.
Meski demikian, proses tersebut masih bergantung pada kebijakan dan verifikasi lanjutan dari pemerintah pusat. Pemkab Mukomuko tetap membuka ruang untuk melengkapi berbagai persyaratan tambahan apabila sewaktu-waktu diminta oleh Kemendagri.
“Kalau ada persyaratan tambahan, tentu akan kita siapkan. Pada prinsipnya, kita sudah siap,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sinyal positif juga mulai terlihat. Tim dari Kemendagri sebelumnya telah berkunjung ke Mukomuko untuk melakukan survei langsung ke lokasi yang diusulkan.
“Kami terus membangun komunikasi dengan pusat. Ketika tim turun, tentu akan kita dampingi secara maksimal,” pungkasnya.