MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ancaman HIV/AIDS di Kabupaten Mukomuko bukan lagi sekadar isu kesehatan biasa. Data terbaru menunjukkan, sebanyak empat warga telah meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut. Sementara itu, 26 orang lainnya masih bertahan hidup dengan status positif HIV/AIDS.
Dari jumlah tersebut, hanya 24 orang yang tercatat rutin menjalani pengobatan. Sisanya, dua orang dilaporkan menghilang tanpa jejak, sehingga keberadaan dan kondisi kesehatannya tidak lagi terpantau oleh petugas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh lapisan masyarakat. Hingga saat ini, total kumulatif kasus HIV/AIDS di daerah tersebut telah mencapai 30 orang.
“Ini adalah peringatan keras bagi kita semua bahwa penyebaran HIV/AIDS nyata adanya di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan, penularan HIV/AIDS sangat erat kaitannya dengan perilaku berisiko, terutama hubungan seksual yang tidak aman dan bergonta-ganti pasangan. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menjaga perilaku dan kesehatan diri.
“Jangan menganggap remeh. Hindari perilaku berisiko, setia pada satu pasangan, dan segera lakukan pemeriksaan jika merasa pernah terpapar,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga terus mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Pasalnya, penderita HIV/AIDS yang rutin berobat memiliki peluang lebih besar untuk hidup sehat dan menekan penularan kepada orang lain.
"Kasus ini hendaknya menjadi peringatan bagi seluruh pihak, mulai dari keluarga, hingga lingkungan untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya HIV/AIDS," ingatnya.
Menurut Jajat, jika tidak diantisipasi sejak dini, bukan tidak mungkin angka kasus akan terus bertambah dan menjadi ancaman yang lebih besar di masa mendatang. Masyarakat Mukomuko harus bersikap lebih waspada, menjaga diri, dan tidak lagi mengabaikan bahaya yang sudah nyata di depan mata.
"Mudah-mudahan saja kasus HIV/AIDS di daerah kita tidak lagi bertambah. Yang jelas, masyarakat harus tetap waspada," pungkasnya.