BENGKULU, RADARUTARA.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, didaulat sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya.
Ini setelah Sultan ditunjuk secara aklamasi dalam pelaksanaan musyawarah mufakat, pada acara Musyawarah Besar (Mubes) TP Sriwijaya ke-XIII.
"TP Sriwijaya ini merupakan Organisasi Massa (Ormas) yang menghimpun masyarakat perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sebenarnya masih banyak tokoh Sumbangsel yang lebih pantas untuk memimpin TP Sriwijaya," ungkap Sultan.
Hanya saja, lanjut Sultan, karena banyaknya dukungan dan motivasi untuk memperkuat visi pembangunan daerah, dirinya bersedia menerima kepercayaan peserta Mubes ke-XIII TP Sriwijaya secara sukarela.
"Berangkat dari sejarah dan cita-cita TP Sriwijaya sejak didirikan, tentu visi yang penting adalah pembangunan daerah. Sehingga kita harus fokus untuk mewujudkannya," kata Sultan.
Sultan menambahkan, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, dirinya menerimta ditetapkan sebagai Ketum DPP TP Sriwijaya periode 2026-2031.
"Dalam kesempatan ini, mari kita bersama-sama untuk menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Sehingga TP Sriwijaya bisa lebih berdampak dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbangsel," ajak Sultan.
Disisi lain, Sultan menjelaskan, TP Sriwijaya merupakan salah satu paguyuban masyarakat terbesar di Indonesia, dengan sederet tokoh besar di tingkat Nasional.
"Kita optimis, dengan dukungan dan kerjasama juga kolaborasi semua keluarga besar TP Sriwijaya, Insha Allah setiap agenda dan rencana kerja organisasi lebih mudah untuk direalisasikan. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing," singkat Sultan.
Dalam Mubes tersebut, dihadiri para Pengurus Daerah TP Sriwijaya dari beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jakarta, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung juga DPP Srikandi PT. Sriwijaya.