Elpiji 3 Kg Langka di Tangan Warga, Meledak di Harga Pengecer

Rabu 03-06-2026,09:00 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Ironi distribusi energi bersubsidi kembali terjadi di Kabupaten Mukomuko. Di tengah jaminan pasokan yang disebut aman dan lancar, warga miskin justru mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dalam sebulan terakhir. Kalaupun tersedia, harga di lapangan melonjak tajam dan jauh dari harga yang semestinya.

Keluhan ini datang dari berbagai penjuru wilayah. Warga menyebut, gas elpiji bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan rumah tangga justru sulit dijangkau. Kondisi ini memaksa masyarakat membeli dari pengecer dengan harga tinggi, berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.

Kenaikan harga tersebut tidak terjadi di tingkat agen maupun pangkalan resmi. Namun, rantai distribusi di tingkat bawah diduga menjadi titik persoalan yang hingga kini belum terselesaikan. Situasi ini membuat masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Mukomuko, Hutri Wahyudi, SE, mengakui adanya fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa dari sisi pasokan, tidak ada kendala berarti.

“Secara distribusi, pasokan gas elpiji 3 kilogram ke pangkalan berjalan lancar dan tidak ada pengurangan kuota. Stok tersedia sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga mengakui kesulitan dalam mengendalikan harga di tingkat pengecer. Hal ini disebabkan keterbatasan kewenangan pengawasan yang hanya menjangkau hingga pangkalan resmi, sementara praktik penjualan di luar jalur resmi menjadi celah yang sulit dikontrol.

“Permasalahan muncul di tingkat pengecer. Di sana harga tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya,” tambahnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas distribusi gas subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika pasokan tersedia namun sulit diakses dengan harga wajar, maka tujuan subsidi dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Kendati demikian, dirinya pun akan terus berupaya mengambil langkah tegas. Pengawasan distribusi hingga ke tingkat bawah serta penertiban pengecer nakal akan menjadi solusi agar gas elpiji subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

"Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, akses terhadap kebutuhan dasar seperti energi rumah tangga memang menjadi hal krusial. Ketika harga melambung dan akses terbatas, maka yang terdampak bukan sekadar dapur yang tak lagi mengepul, tetapi juga beban hidup masyarakat kecil yang kian berat," pungkasnya.

Kategori :