Hal itu penting agar perubahan data yang diusulkan benar-benar dapat diproses dan menjadi dasar penyaluran bantuan di tingkat pusat.
BACA JUGA:Penipuan Mengatasnamakan Bansos, Camat Pinang Raya Minta Desa Aktif Edukasi Warga
Dengan adanya pengawalan yang baik, Camat optimistis data penerima bantuan sosial akan semakin mendekati kondisi riil masyarakat di lapangan.
Sehingga, potensi terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos dapat diminimalisir.
Selain mendorong perbaikan sistem pendataan, Eri Zull juga mengimbau masyarakat, khususnya KPM yang kondisi ekonominya saat ini sudah jauh lebih baik.
Agar memiliki kesadaran dan kepedulian sosial terhadap masyarakat lain yang lebih membutuhkan bantuan.
Ia berharap masyarakat yang sudah merasa mampu dapat secara sukarela mengundurkan diri dari program bantuan sosial yang masih diterima.
BACA JUGA:Horeee!!! Ribuan KPM di Bengkulu Utara Terima Bansos
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk gotong royong dan kepedulian sosial demi membantu warga lain yang masih membutuhkan uluran bantuan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat yang saat ini sudah mampu bisa secara mandiri mengundurkan diri dari penerima bantuan.
Karena masih banyak masyarakat lain yang lebih membutuhkan bantuan tersebut,” tambahnya.
Lebih jauh Camat optimistis, apabila perbaikan data, pengawalan dari dinas terkait dan kesadaran masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Maka berbagai gejolak maupun persoalan terkait penyaluran bantuan sosial di desa dapat diminimalisir.
“Kalau semua indikator ini berjalan baik, maka persoalan dan gejolak terkait bansos di masyarakat tentu bisa ditekan.
Harapan kita, bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.