Amblasnya Jalan di Talang Ratu Kabupaten Lebong Harus Dikaji

Jumat 29-05-2026,07:45 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Penyebab amblasnya ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Rejang Lebong dengan Lebong, dinilai harus dikaji secara mendalam terlebih dahulu.

Ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. H. Darmawansyah, MT. Menurut Darmawan, penyebab amblasnya ruas jalan yang titiknya berada di Desa Talang Ratu tersebut, tidak bisa langsung disimpulkan begitu saja.

"Apalagi kesimpulan yang diambil, tanpa dilakukan kajian terlebih dahulu. Karena hal sedemikian bisa memicu beragam asumsi dari masyarakat," sindir Darmawan, Kamis 28 Mei 2026.

Sehingga, lanjut Darmawan, belum tentu kerusakan badan jalan yang dimaksud, benar-benar murni disebabkan keberadaan aktivitas pertambangan Galian C.

"Bisa jadi pada saat musim hujan, air tidak dapat lagi meresap ke dalam tanah dan akhirnya mengalir ke sungai, yang akhirnya memicu debit air sungai dengan cepat mengalami peningkatan," kata Darmawan.

Ia menjelaskan, debit air sungai yang meningkat itu, akhirnya mengikis tanah bagian bawah ruas jalan tersebut dan lama-kelamaan badan jalan pun menjadi amblas.

"Karena ini menyangkut hidrologi, tentunya harus dikaji. Dalam artian tidak bisa serta-merta main simpulkan begitu saja penyebab jalan tersebut amblas. Begitu juga terhadap bencana longsor yang menutupi badan jalan," papar Darmawan.

Menurut Darmawan, melakukan kajian terhadap penyebab badan jalan amblas tersebut, juga penting dilakukan. Karena bisa menjadi landasan ketika melakukan penanganan.

"Sia-sia saja kalau penanganan yang dilakukan, tanpa dikaji terlebih dahulu. Karena lambat laun kejadian serupa, yakni amblasnya badan jalan di Talang Ratu itu pasti bakal kembali terjadi," ujar Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menyampaikan, maka dari itu pihaknya menyarankan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu dan instansi terkait lainnya, lakukan kajian sebelum mengintervensi ruas jalan yang ambas itu.

"Sehingga nantinya penanganan yang dilakukan, bisa membuat badan jalan dapat bertahan lama," singkat Darmawan. 

Kategori :